Laporkan Masalah

PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN DI DUSUN KALIBIRU DESA HARGO WILIS KABUPATEN KULON PROGO

NIKA DEWI PUSPITA, Wiyono,S.hut,M.si

2016 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN SV

Hutan Kemasyarakatan merupakan program pemerintah untuk memberdayakan masyarakat di sekitar hutan. Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan dilakukan di kawasan hutan produksi dan hutan lindung. Hutan Kemasyarakatan terdiri atas kelola kawasan, kelola kelembagaan, dan kelola usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model pengelolaan, manfaat dan kendala dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan. Penelitian ini dilakukan di Dusun Kalibiru, Desa Hargo Wilis, Kabupaten Kulon Progo. Penelitian menggunakan metode survey, yang dilakukan dengan wawancara kepada 40 orang anggota dan 3 orang pengurus kelompok tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) Mandiri. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di KTHKm Mandiri terdiri atas kelola kawasan, kelola kelembagaan, dan kelola usaha. Manfaat yang dirasakan oleh anggota KTHKm Mandiri adalah manfaat ekonomi, manfaat ekologi, manfaat sosial budaya, dan manfaat administrasi. Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan adalah kendala administrasi, kendala kelembagaan, kendala sumber daya manusia, kendala pendanaan, dan kendala gangguan babi hutan (Sus scrofa).

Community Forest is a government program to empower communities around the forest. Community Forest Management is conducted in production forests and protected areas. Community Forest consists of regional governance, institutional governance, and corporate governance. The purpose of this study was to determine the model of management, benefits and constraints in the management of Community Forest. This research was conducted in the Kalibiru, Hargo Wilis, Kulon Progo. The study used a survey method, conducted by interviewing 40 members and 3 administrators farmer group Community Forest (KTHKm) Mandiri. Data were analyzed descriptively. The results showed that the model of management of Community Forest in KTHKm Mandiri consist of regional governance, institutional governance, and corporate governance. The benefits that be felt by members of KTHKm Mandiri is the economic benefit, ecological, social and cultural benefits, and benefits administration. Obstacles encountered in the management of Community Forest is the administrative constraints, institutional constraints, human resource constraints, financial constraints, and constraints disorders wild boar (Sus scrofa).

Kata Kunci : Hutan Kemasyarakatan/ Community Forest