Strategi Kelangsungan Hidup Rumah Tangga Pascabencana Longsor Lahan di Kabupaten Banjarnegara Tahun 2014
ALIFA KHOIRUNNISA, Dr. Agus Joko Pitoyo, M.A
2016 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPeristiwa longsor lahan di Kecamatan Karangkobar ini mengakibatkan kerugian baik kerugian fisik maupun jiwa. Kerugian fisik yang diderita contohnya adalah rusaknya rumah sebagai tempat tinggal dan kerugian jiwa antara lain tewasnya anggota keluarga, luka yang diderita baik luka ringan maupun luka berat. Hilangnya pekerjaan juga merupakan salah satu kerugian yang diderita oleh korban bencana longsor lahan ini. Sehingga longsor lahan yang terjadi di Kecamatan Karangkobar pada akhir 2014 ini dikategorikan sebagai bencana karena telah menimbulkan kerugian atau kerusakan. Proses pemulihan kondisi kehidupan pascabencana tergantung pada kemampuan masyarakat untuk mengembangkan strategi secara memadai, menggunakan sumberdaya lokal yang tersedia, dan mengakses bantuan eksternal. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui strategi kelangsungan hidup rumah tangga pascabencana yang salah satunya perubahan mata pencaharian pada masing-masing rumah tangga korban bencana longsor lahan di Kabupaten Banjarnegara tahun 2014 ini menggunakan dua macam data yaitu berupa data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diperoleh langsung di lokasi kajian penelitian, sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh dari instansi terkait. Strategi kelangsungan hidup dilakukan oleh semua korban selamat baik yang kehilangan aset, pekerjaan, anggota keluarga, maupun yang hanya kehilangan rumahnya. Berbagai strategi yang dilakukan adalah dengan mencari pekerjaan baru bagi yang kehilangan pekerjaannya, menikah dengan sesama korban bencana bagi korban yang kehilangan anggota keluarganya, dan memanfaatkan sisa bantuaan yang masih ada serta memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran demi memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi yang kehilangan pekerjaan namun masih menganggur.
Landslide in Karangkobar district is loss of both physical and mental damages. Physical losses suffered by example is the destruction of the house as a residence and the loss of many lives, among others, the death of family members, the injuries suffered either minor injuries or serious injuries. The loss of jobs is also one of the losses suffered by victims of landslides. So that the land landslide that occurred in the Karangkobar District in 2014 it is categorized as a disaster because it has caused the loss or damage. The restoration process of normal living conditions after disaster depends on the ability of people to develop adequate strategies, using local resources available, and accessing external assistance. The study aimed to determine the survival strategies of households disaster that one of them is occupational changes in each household affected land landslide in Banjarnegara 2014 uses two kinds of data in the form of primary data and secondary data. Primary data is data obtained directly on-site research study, while secondary data is data obtained from the relevant agencies. Survival strategies carried out by all the survivors either lost assets, job, family, or who just lost his home. Various strategies do is to find a new job for those who lost his job, is married to fellow victims for the victims who lost family members, and to utilize the remaining help that still exist and utilize the yard to grow vegetables in order to meet the daily needs of those who lose their jobs but is still unemployed.
Kata Kunci : bencana, kelangsungan hidup, rumah tangga