Laporkan Masalah

PENGUATAN KELEMBAGAAN DALAM MENJAGA EKSISTENSI KEBERLANJUTAN Studi tentang Kelompok Mina GURAMI dalam Budidaya Lele di Dukuh Gletak, Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, DIY

FERICA VENI DITA, Danang Arif Darmawan, S.Sos., M.Si

2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Dewasa ini munculnya Grassroot Community (kelompok akar rumput) mulai marak di berbagai daerah di Indonesia. Meskipun banyak kelompok-kelompok akar rumput bermunculan namun perkembangannya masih bersifat fluktuatif, hal ini diduga karena masih lemahnya fungsi kelompok itu sendiri. Keadaan seperti ini menuntut sebuah kelompok untuk dapat terus memiliki program kerja yang jelas dan kemandirian dalam rangka menciptakan keberlanjutan. Salah satu grassroot community di Kabupaten Kulon Progo adalah Kelompok Mina GURAMI yang memiliki fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di Padukuhan Gletak melalui budidaya ikan. Dalam melihat strategi penguatan Kelompok Mina GURAMI, penelitian ini menggunakan pendekatan konsep AGIL melalui teori struktural fungsional. Talcott Parsons mengemukakan, di dalam mencermati suatu proses perkembangan atau sistem yang berkembang di masyarakat, terdapat 4 (empat) konsep yang dapat dijadikan sebuah acuan yakni adaptasi, pencapaian tujuan, integritas, dan latensi. Penelitian Pendekatan kualitatif dapat mengungkapkan secara hidup kaitan antara berbagai gejala sosial, suatu hal yang tidak dapat dicapai oleh penelitian yang bersifat kuantitatif, serta teknik purposive dan snowballing dalam pemilihan informannya. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pengurus dan anggota Kelompok Mina GURAMI, Penyuluh BP3K, Kepala Dukuh Gletak dan Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Desa Kedungsari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, serta pemanfaatan dokumen untuk melengkapi data penelitian. Proses analisis data diawali dengan reduksi data, penyajian data, serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Mina GURAMI yaitu belum mampu memenuhi kebutuhan pasar, mengingat hasil budidaya yang masih terbatas. Strategi penguatan kelompok yang dilakukan dalam Kelompok Mina GURAMI adalah upaya untuk mempertahankan eksistensi sebagai kelompok pembudidaya ikan yang berbasis kesejahteraan di Desa Kedungsari. Stategi dilakukan dengan mengembangkan strategi internal dan eksternal. Pengembangan strategi internal ditekankan pada pengembangan kapasitas pengetahuan budidaya anggota dengan fokus pada peningkatan hasil budidaya. Sedangkan strategi eksternal dibangun melalui hubungan yang dijalin kelompok dengan mitra pendukung kegiatan budidaya. Kelompok Mina GURAMI banyak melakukan kerjasama dengan mitra dalam perihal pembantu permodalan kelompok, dimana pada dasarnya Kelompok Mina GURAMI adalah wadah bagi masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan melalui budidaya dengan menggunakan modal kelompok. Strategi yang dibangun oleh Kelompok Mina GURAMI rupanya mampu menciptakan iklim keberlanjutan kelompok, yang salah satunya dapat dilihat dari bantuan permodalan yang intens didapatkan oleh Kelompok Mina GURAMI dari berbagai pihak.

These days the emergence of grassroots community begin to flare in many areas in indonesian. Although many grassroots community was appeared but it still in fluctuation, it is suspected because weaknesses of group functionby themselves. These circumstances demanded a group should have programs work clear and independence in order to create sustainability. One of a group of grassroots in Kulon Progo Regency was a Mina GURAMI group having a focus on improving public welfare especially in Gletak hamlet through the cultivation of fish. In viewing at strengthening strategy Mina GURAMI group, this research used the AGIL through the concept of structural theory functional. Tallcot Parsons said, while looking at a process development or system that flourished in the community, there is four (4) concepts which can be used as reference for the Adaptation, Goal Attaiment, Integration, and Latency. Research with qualitative approach can reveal in life connection between various social symtom, something cannot be achieved is quantitative research, and the method of purposive and snowballing inthe selectionsof informant. A unit analysis in this research was the management of Mina GURAMI group, BP3K, extension workers, head of Gletak hamlet and gives development and empowerment Kedungsari village. The technique of data collection was observation, deep interviews, and used the documents to complement the research data.The process of analysis data started by reduction data, presentation of data, and data verification. The results showed that there are still some problems across the Mina GURAMI groups is not yet be able to meet the fish demand for market, given the results of cultivation is still limited.Strengthening of the strategy Mina GURAMI group is the effort to maintaining existence as a fish cultivator based on the Kedungsari welfare. The strategy is implemented by developing internal and external strategy. Development strategy internal emphasized the development capacity cultivation knowledge of members and focus to improving the result of cultivation. meanwhile strategy external built from relationship of group with partner who support cultivation activities. Mina GURAMI group do a lot of cooperation with a partner to assisting the group capital, where basically Mina GURAMI group are the crucible for the community in improving the welfare of the through cultivation using group capital. Strategy built by a group mina gurami apparently capable of creating the sustainability group, one of which can be seen from intens capital assistance whom obtainment from various parties.

Kata Kunci : Kata Kunci: Kesejahteraan, Keberlanjutan, Penguatan Kelompok, Strategi.