Persepsi Masyarakat Terhadap Rencana Pembangunan Pabrik Pengolahan Dan Pemurnian (Smelter) Di Kawasan Industri Pomako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua
WORO PRAWIDINI MUTTAQIYATIN, Drs. H. B.S. Eko Prakoso, M.Sp.
2017 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKabupaten Mimika terdapat perusahan pertambangan. Dalam industri pertambangan, smelter sangat diperlukan. Oleh karena itu pemerintah Provinsi Papua berupaya agar pembangunan smelter dapat dilakukan di tanah Papua walaupun sudah ada pabrik smelter di Gresik, Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua menyiapkan lahan di kawasan Pomako, Distrik Mimika Timur. Lokasi yang akan dibagun pabrik smelter ini merupakan tanah ulayat dari suku asli Kabupaten Mimika yakni Suku Kamoro. Penelitian ini memliki tujuan antara lain 1) Mendeskripsikan upaya pemerintah terkait rencana pembangunan pabrik smelter, 2) Mengetahui dan mendeskripsikan persepsi masyarakat terhadap rencana pembagunan pabrik smelter, 3) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel rumah tangga (KK) yaitu kepala keluarga yang mewakili anggota dalam keluarga sebanyak 55 responden yang diambil secara aksidental sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisa deskriptif kuantitatif, dan analisis kendall tau-b. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Bupati Mimika ingin segera merealisasikan rencana pembangunan smelter tersebut, LEMASKO (Lembaga Masyarakat Suku Kamoro) mengharapkan Pemkab Mimika untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat. DPRD Kabupaten Mimika menyarankan pemerintah daerah harus mengetahui lebih jauh bagaimana smelter itu dibangun. 49% masyarakat Kampung Pomako menganggap bahwa pengembangan kawasan industri pomako tidak akan memberi kemajuan apa-apa bagi masyarakat asli Papua yang tinggal di Pomako. 49% masyarakat menyatakan kurang setuju dengan rencana pembangunan pabrik smleter di Pomako. 42% masyarakat menganggap bahwa pembangunan pabrik smelter tidak memberikan dampak pada pembangunan ekonomi daerah. Terdapat empat faktor yang memiliki hubungan mempengaruhi persepsi yaitu asal daerah, pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan.
There are many mining companies in Mimika. Smelter is indispensable in this industry. Therefore, the Government of Papua arrange for smelter construction in Papua despite its having been in Gresik, Jawa Timur. They prepare an area in Pomako, Mimika Timur. The area is a customary land of indigenous tribe named Kamoro. This research is aimed 1) to describe the government's policies related to the plan, 2) to know and describe the public perception of the plan, 3) to identify the factors that affects the public perception. This research used survey method. The sampling technique was the head of family who represented the family members as much as 55 respondents taken by accidental sampling. The analysis technique was descriptive quantitative and crosstab kendall tau-b analyzes. The result showed that the Regent of Mimika wanted to realize the smelter construction plan immediatly, the LEMASKO (Lembaga Masyarakat Kamoro) -community agencies- expected that the government of Mimika gave socialization for Kamoro tribes. The local parliament of Mimika adviced that the government needed to know more about how the smelter was built. Approximately 49% of Pomako tribes considered that the plan would not give anything for the advancement of the Papuans lived in Pomako and also they didn't agree about this plan because during this time they had not been optimal in region's economy and standard of living yet. 42% the community regards the factory construction smelter not giving effect to regional economic development. There were four factors that affected the perception i.e regional origin, knowledge, education and employment.
Kata Kunci : pembangunan pabrik smelter, lokasi, persepsi