Laporkan Masalah

PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DAN KAPASITAS PRODUKSI TEH MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) DENGAN PENERAPAN MANUFACTURING RESOURCE PLANNING (MRP II)

ERLINA FAJARINI, Dr. Nafis Khuriyati, STP, M.Agr;Ibnu Wahid Fakhrudin Aziz, STP, MT

2017 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

ABSTRAK Mahkota dewa adalah salah satu komoditas tanaman obat yang saat ini mulai banyak dikembangkan karena memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Banyak perusahaan yang mulai mengolah mahkota dewa menjadi produk bernilai tambah seperti dalam bentuk teh mahkota dewa, salah satu perusahaan tersebut adalah PT Salama Nusantara. PT Salama Nusantara merupakan perusahaan yang memproduksi teh mahkota dewa dan produksinya dilakukan berdasarkan permintaan konsumen (work order). Perencanaan produksi dan target yang ditetapkan di perusahaan seringkali tidak tercapai karena produk yang dihasilkan sering tidak mencukupi jumlah pesanan pelanggan karena permintaan bersifat fluktuatif dan adanya keterlambatan kedatangan pasokan bahan baku. Tujuan dari penelitan ini adalah memperoleh jadwal induk produksi (JIP) teh mahkota dewa, mengetahui perencanaan kebutuhan bahan baku teh mahkota dewa, mengetahui perencanaan kebutuhan kapasitas teh mahkota dewa, dan membandingkan total biaya persediaan bahan baku dan biaya produksi teh mahkota dewa yang dilakukan perusahaan dengan usulan. Penelitian dilakukan dengan melakukan penerapan Manufacturing Resource Planning (MRP II) yang terdiri dari pembuatan jadwal induk produksi (Master Production Schedule), perencanaan kebutuhan bahan baku (Material Requirement Planning) serta perencanaan kebutuhan kapasitas (Capacity Requirement Planning) untuk membandingkan kapasitas yang dibutuhkan dari hasil perhitungan MRP dengan kapasitas yang tersedia di perusahaan. Hasil penelitian ini berdasarkan Manufacturing Resource Planning (MRP II) yang telah disusun diketahui bahwa jadwal induk produksi untuk periode perencanaan dapat dipenuhi selama 17 periode, hasil MRP diperoleh pemesanan bahan baku sebanyak 16 kali. Berdasarkan perencanaan kapasitas produksi rencana kebutuhan kapasitas produksi teh mahkota dewa dapat dipenuhi dengan melakukan pengalihan tenaga kerja sebanyak 2 orang dari stasiun kerja pengemasan ke stasiun kerja penyangraian. Perhitungan biaya persediaan menunjukan bahwa dengan menggunakan metode MRP dapat menghemat biaya persediaan bahan baku mahkota dewa sebesar 17,27 %, teh hijau sebesar 46,16 % dan benalu teh sebesar 46,23 % sedangkan untuk biaya produksi dengan penerapan Manufacturing Resource Planning (MRP II) perusahaan dapat menghemat biaya produksi sebesar Rp. 28.806.000,- atau sebesar 16%.

ABSTRACT Phaleria macrocarpa, commonly known as Mahkota Dewa is one of the medicinal plant commodities that is recently developed due to its benefits to health. Many companies have started to process mahkota dewa to be some value-added products, such as Mahkota Dewa Tea. One of the companies is PT Salama Nusantara. PT Salama Nusantara is a company that produces Mahkota Dewa Tea and the production is conducted based on the work order. The production and target planning developed in the company are frequently failed to achieve since the products cannot meet the work order due to the fluctuating order and delay on the raw materials supply. The purposes of this research are to obtain the Master Production Schedule (MPS) of Mahkota Dewa Tea, to find out the material requirement planning of Mahkota Dewa Tea, to find out the capacity requirement planning of mahkota dewa tea and to compare the raw materials inventory and production costs of mahkota dewa tea conducted by the company with some suggestions. This research was conducted by implementing the Manufacturing Resource Planning (MRP II) that consisted of establishing the Master Production Schedule, Material Requirement Planning, and Capacity Requirement Planning in order to compare the required capacity from the calculation between MRP and the available capacity in the company. Based on the established Manufacturing Resource Planning (MRP II), it obtained that the master production schedule for the planning period can be met for 17 periods. The MRP results obtained 16 material orders. Based on the production capacity planning, the capacity requirement planning of Mahkota Dewa Tea can be met by relocating 2 employees from the packaging work station to roasting work station The calculation of inventory cost showed that by using the MRP method, it can save the raw materials inventory cost of Mahkota Dewa Fruit for 17,27 %, Green Tea for 46,16 %, and Tea Parasites for 46,23 %. Meanwhile, for the production cost through the implementation of Manufacturing Resource Planning (MRP II), the company can save the production cost for IDR 28.806.000,- or for 16%.

Kata Kunci : mahkota dewa, perencanaan, MRP II/mahkota dewa, mahkota dewa tea, planning, MRP II