Mimikri dalam Novel Die Bruecke vom goldenen Horn Karya Emine Sevgi Oezdamar
INDAH AINI, Prof. Dr. Faruk, HT., S.U
2017 | Tesis | S2 Ilmu SastraPenelitian ini menggunakan objek material berupa novel Die Bruecke vom goldenen Horn karya Emine Sevgi Oezdamar dan sebagai pisau analisis digunakan teori poskolonial untuk menganalisis perilaku-perilaku mimikri yang terdapat dalam novel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan perilaku mimikri tokoh utama dalam novel Die Bruecke vom goldenen Horn sebagai usahanya melakukan resistensi dan aktualisasi diri dengan menggunakan konsep mimikri Homi K. Bhabha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama dalam novel ini setidaknya melakukan tiga perilaku mimikri yaitu mimikri kebahasaan, mimikri pemikiran dan mimikri gaya hidup. Dengan mimikri yang dilakukannya, tokoh utama dalam novel ini berhasil bertahan dan merubah statusnya dari seorang buruh rendahan menjadi penerjemah, serta ikut bagian dalam sebuah pergerakan mahasiswa di Turki, dan membuka jalan untuk meraih cita-citanya sebagai artis terkenal. Pada awalnya perilaku mimikri yang dilakukannya menimbulkan keterbelahan dan ambiguitas-ambiguitas karena tokoh utama dalam novel ini masih memiliki keterikatan yang kuat dengan nilai-nilai yang sosial dan budaya Turki yang melekat padanya. Namun setelah beberapa waktu tokoh utama dalam novel ini memilih untuk mengikuti naluri dan impiannya. Konflik terjadi ketika tokoh utama dalam novel ini kembali ke Turki. Wacana bahwa Eropa adalah modern namun berbahaya menimbulkan keterbelahan yang memicu adanya konflik antara tokoh utama dan keluarga serta lingkungannya. Pemikiran dan gaya hidupnya dianggap negatif oleh keluarga dan orang-orang di sekitarnya, bahkan dia pernah dijebloskan ke penjara karena pemikiran dan aktifitas politiknya. merasa tidak lagi sesuai dengan keluarga dan lingkungannya di Turki, tokoh utama dalam novel ini memilih untuk kembali ke Jerman dan melanjutkan perjuangannya dalam menggapai cita-citanya.
The material object of this research is a novel from Emine Sevgi Oezdamar titled Die Bruecke vom goldenen Horn. By using Homi K. Bhabha's theory about mimicry, as a part of postcolonial study. This study intends to reveal the mimicry aspects done by the main character in this novel. By performing this mimicry the main character tried to resist her new environment where she became the minority. This study revealed that the main character in this novel performed mimicry in language, thought and life style. By doing this performance she could resist and changed her status from nothing to something. She came to Germany as an unskilled labour and after learning the language she became an interpreter. She could read more books and meet people who broaden her thought and view of life. These leads her to take part in Turkish student movement. In the beginning the main character split into two worlds between values and cultures she knew in Turkey, and what she found in Germany, and these created some ambiguities in her. But after a while, she could cope it. Conflicts rose when she came back to Turkey. Discourses about Europe that modern but dangerous lead to conflicts not only between her parents and her, but also between society, even Turkish government and her. Due to her new life style and thought, people in Turkey believe that she brought some dangerous in their daily values. In the end, the main character in this novel choose to leave Turkey and her family to Germany and live in the way she believe and reach her dreams.
Kata Kunci : mimicry, resistance, Bhabha