Laporkan Masalah

PEMBAGIAN KERJA TERKAIT RELASI GENDER PADA KELUARGA JAWA DI DESA KARANGSARI

GILANG PRADHIPTA S, Prof. Dr. Susetiawan, SU

2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan, atau berbasis gender, dalam rumah tangga sangat dipengaruhi oleh konteks budaya yang membentuk individu tersebut. Bagi individu yang hidup dalam konteks budaya Jawa, maka pembagian kerja berbasis gender tentu saja akan mengikuti pola budaya masyarakat Jawa. Demikian pula pada individu yang hidup dalam konteks budaya lainnya tentu saja akan lebih banyak mengikuti pola budaya masyarakat budaya yang diikutinya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi pergeseran pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan terkait gender relationship dalam keluarga Jawa; dan 2) mengidentifikasi motifyang mendasari terjadinya pergeseran pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan terkait gender relationship dalam keluarga Jawa di Desa Karangsari. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif.Desain yang digunakan adalah perspektif fenomenologi.Setting penelitian Desa Karangsari Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo.Masyarakat Desa Karangsari masih bersifat pedesaan, sehingga secara sosial hubungan antara yang satu dengan lainnya sangat akrab.Masyarakat desa Karangasri juga masih menyimpan budaya Jawa yang cukup kuat, yaitu bahwa perempuan yang baik adalah perempuan yang bekerja di ranah domestik. Berdasarkan analisis, penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Pergeseran pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan terkait gender relationship dalam keluarga Jawa di Desa Karangsari hanya terjadi pada dimensi-dimensi atau jenis-jenis pekerjaan tertentu. Pergeseran pembagian kerja pada aspek pekerjaan domestik hanya terjadi pada dimensi suami ikut mengerjakan pekerjaan mencuci pakaian, membersihkan rumah, dan membuat minuman.Pergeseran pembagian kerja pada aspek pengasuhan anak hanya terjadi pada dimensi suami ikut memandikan anak, menemani anak bermain, dan menemani anak belajar.Pembagian pekerjaan pada aspek pengelolaan keuangan tidak mengalami pergeseran.Pengelolaan keuangan keluarga dilakukan oleh istri, dan suami hanya melakukan kontrol pada batas-batas tertentu.Adapun pembagian pekerjaan pada aspek pengambilan keputusan mengalami pergeseran yang cukup berarti.Pengambilan keputusan keluarga pada keluarga generasi terdahulu lebih banyak didominasi oleh suami.Istri hanya diajak berbicara dan diperlakukan sebagai pendengar. Pengambilan keputusan keluarga pada keluarga generasi yang lebih muda dilakukan atas dasar kesepakatan bersama suami-istri; dan 2) Motif yang mendasari terjadinya pergeseran pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan terkait gender relationship dalam keluarga Jawa di Desa Karangsari meliputi: 1) adanya keinginan untuk mendidik anak bertanggungjawab; 2) untuk membantu meringankan beban istri; 3) adanya kebutuhan atau situasi yang mengharuskan suami mengerjakan pekerjaan domestik karena istri mengerjakan pekerjaan produktif dalam ranah publik; 4) adanya latar belakang kehidupan masa lalu sebelum berkeluarga yang sudah biasa hidup mandiri. Motif yang melatar belakangi terjadinya pergeseran dalam hal pola pengambilan keputusan dalam keluarga, di mana suami mengikutsertakan istri dalam pengambilan keputusan keluarga sehingga dilakukan dengan cara demokratis, meliputi sebagai berikut ini: 1) adanya keinginan untuk merubah kebiasaan yang dilakukan orang tuanya dan untuk memberikan pembelajaran bagi putra-putrinya; 2) adanya kemauan untuk menghargai istri dan adanya kesadaran bahwa kedudukan istri dalam kehidupan rumah tangga adalah sejajar dengan suami; 3) adanya pemahaman suami bahwa kehidupan berumah tangga akan lebih harmonis apabila suami dan istri saling mengisi dan saling pengertian satu sama lain; dan 4) suami dan istri mempunyai hak yang sama dalam hal pengambilan keputusan.

The job division between male and female, or gender-based, in household is highly influenced by the cultural context shaping the individuals. The gender-based job division for individuals living in Javanese culture context will follow the Javanese community's patterns. It will also happen to individuals living in other cultur context, they will follow the patterns of the culture where they live in. The research is aimed to: 1) identify the job division shift between male and female related to gender relationship in Javanese family; and 2) identifythe motives underlying job division shift between male and female related to gender relationship in Javanese family at Karangsari Village. The type of the research is qualitative research. The design employed is phenomenological perspective. The setting of the research is Karangsari Villageof Pengasih Sub District,the District of Kulon Progo. The people at Karangsari Village are typical of rural communities, so that socially, their relationship among one another are highly familiar. They are also strongly conserve Javanese culture perspective saying thatgood femalesare those who work in domestic works. Based on the analysis, the research concludes that: 1) the job division shift between male and female related to gender relationship in Javanese family a tKarangsari Village take place on specific types of jobs. The job division shift in the aspect of domesticworks took place only on the dimensions of husbands share with their wifes in doing laundry, cleaning the house, andmade beverages for the family. The job division shift in the aspect of child caretook place onthe dimensions of husbands share with their wifes to bathing the children, accompanying the children in plaing and studying. The job division in the aspect of house-hold financial management did not shift. The house-hold financial management were mostly done by the wifes, husbands took control on limited aspects. The job division in the aspect of decision making shifted significantly. The family decision making for the older generation were dominated by husbands. The wifes were only treated as listeners although they were being informed about the matters that would be decided. The decision making for the younger generation were done based on agreement between husbands and wifes; and 2) The motives underlying job division shift between male and female related to gender relationship in Javanese family at Karangsari Village in the aspect of domestic works cover: 1) the need to educate children to take responsibilities; 2) to help to housewive's jobs; 3) the needsor situation thatrequire husbands to do domestic worksincethe wifes work in productivework in public sphere; 4) the past experience before marriage that the husbands used to live independently. The motives underlying job division shift between male and female related to gender relationship in Javanese family at Karangsari Villagein the aspect of decision making, in which the husbands took into account the wifesin the decision makingso that it is done democratically, cover the following: 1) the need to alter the traditions done by their parents andto educate the children; 2) the will to respect the wifes and the awareness of equal position between male and female in family lives; 3) the husband's comprehension that the family lives will be more harmonious when husbands and wifes compliment each other and develop each other understanding; and 4) husbands and wifes have equal rights in family decision making.

Kata Kunci : pembagian kerja, gender relationship, keluarga Jawa

  1. S1-2016-319952-abstract.pdf  
  2. S1-2016-319952-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-319952-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-319952-title.pdf