Laporkan Masalah

MASYARAKAT KOTA DAN KEWARGANEGARAAN PARTISIPASI SOSIAL MASYARAKAT SIPIL KOLONIAL DI MAGELANG 1906-1942

YUDIYANTO, Dr. Farabi Fakih, M.Phil

2017 | Tesis | S2 Ilmu Sejarah

Studi ini membahas perkembangan kota Magelang pada awal abad ke-20 dalam konteks kewarganegaraan di lingkup lokal. Lingkup lokal di sini tidak hanya bermaksud semata-mata sebagai batasan geografis, melainkan juga sebagai batasan pada wacana kewarganegaraan. Studi kasus ini fokus pada penyediaan layanan sosial perkotaan, seperti panti asuhan, rumah miskin, rumah sakit serta usaha asuransi-simpan pinjam. Masing-masing layanan sosial itu digalakkan oleh orang-orang yang berbeda secara latar belakang, baik ras maupun profesinya. Guna membahas studi kasus tersebut digunakan metode sejarah dan ditunjang oleh berbagai sumber primer maupun sekunder, seperti arsip, surat kabar, majalah, laporan-laporan pemerintah maupun lembaga sosial serta referensi yang relevan. Kesimpulan studi ini adalah bahwa perkembangan kota pada awal abad ke-20 secara umum turut diakibatkan oleh adanya ekspansi partisipasi yang beragam oleh masyarakat sipil yang sifatnya terbatas, baik dari sisi arah tujuannya maupun pelakunya. Kesediaan ataupun kerelaan masyarakat untuk melakukan berbagai hal yang sifatnya partisipatoris tersebut harus diartikan sebagai suatu penguatan masyarakat sipil yang didorong oleh tata sosial kolonial pada awal abad ke-20, dimana partisipasi lokal dalam urusan-urusan publik atau desentralisasi adalah aspek yang penting bagi dinamika kota. Partisipasi berupa aktifitas-aktifitas sosial oleh beberapa kelompok masyarakat sipil di Magelang memperlihatkan corak kewarganegaraan yang khas. Aktivitas kewarganegaraan di sini bukanlah suatu perjuangan masyarakat atas hak sipil politiknya ataupun hasil dari hubungan-hubungan yang bersifat radikal antara warga dan penguasa, namun merupakan hasil dari hubungan yang sifatnya paternalis dimana aktivitas kewarganegaraan terjadi di dalam kerangka kekuasaan kolonial itu sendiri. Dinamika penyediaan layanan sosial di dalam kasus ini juga mengindikasikan adanya suatu demokratisasi yang tercermin dari dialektika antara masyarakt sipil dengan institusi Kotapraja.

This study discusses the development of Magelang in the early 20th century within the context of local citizenship. Locality here is not only defined in a geographic sense, but rather as discourse on urban citizenship. This case study focuses on the provisions of urban social goods by civil society. Each of these social goods provisions were created by people who have different racial, ethnic or professional background. This study employs historical method and supported by various primary and secondary sources, such as archives, magazines, newspaper and relevant references. The conclusion of this study is that the development of the city in the early 20th century was generally caused by the expansion of civil society participation that were varied, both in the points a view of the subject and the goal. The willingness of the community to participation should be interpreted as a strengthening of civil society that was driven by decentralization. Particularly in the Municipality of Magelang, participation in the form of social activities by some civil society groups showed the unique feature of citizenship. Citizenship activities here was not a struggle of the people who fight for political civil rights or the result of relationships that were radical between citizens and the government, but was a result of its paternalistic relationship where citizenship activity occured in the colonial framework itself. The dynamics of social goods provision in this case also indicated the existence of a democratization that was reflected from the dialectic between the civil society and municipal institutions.

Kata Kunci : Kewarganegaraan, Kotapraja, Layanan Sosial, Partisipasi.

  1. S2-2017-353715-bibliography.pdf  
  2. S2-2017-353715-tableofcontent.pdf  
  3. S2-2017-353715-title.pdf