HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKANAN SEKOLAH (SCHOOL FEEDING) DENGAN KONSENTRASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
VIVI NANDYA RAKHMAWATI, Yeni Prawiningdyah; Ika Ratna Palupi
2017 | Skripsi | GIZI KESEHATANLatar belakang : Siswa sekolah merupakan salah satu kelompok rentan gizi, salah satu masalah gizi tersebut adalah gizi kurang. Kecukupan gizi sangat mempengaruhi kecerdasan dan konsentrasi belajar siswa. Anak yang menderita gizi kurang mengalami kelambatan dalam fungsi kognitif dan perseptualnya.Sekolah adalah tempat yang efisien dan praktis untuk mempengaruhi kebiasaan makan siswa-siswa. Pemberian makan pada siswa di sekolah (school feeding) dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa, fungsi kognitif, perilaku di kelas, prestasi akademik, dan kemampuan untuk berkonsentrasi. Tujuan : Mengetahui hubungan asupan zat gizi dari makanan yang diberikan oleh sekolah (school feeding) dengan konsentrasi belajar siswa sekolah dasar. Metode : Jenis penelitian adalah observasional dengan desain cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 210 di dua Sekolah Dasar di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan metode purposive sampling. Variabel penelitian berupa asupan zat gizi makanan dan konsentrasi belajar. Data asupan zat gizi makanan diperoleh dengan visual comstock dan data konsentrasi belajar diperoleh dengan subtest coding skala performasi dari Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC). Analisis statistik yang digunakan adalah uji Somer's D, uji Kruskal Wallis dan uji Regresi Logistik. Hasil : Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan zat gizi energi, protein, zat besi, dan vitamin C makan siang di sekolah dengan tingkat konsentrasi belajar (p>0,05). Konsentrasi belajar berhubungan dengan asal sekolah (p<0,05). Kesimpulan : Tidak ada hubungan asupan zat gizi energi, protein, zat besi, dan vitamin C makan siang di sekolah dengan tingkat konsentrasi belajar siswa sekolah dasar.
Background: Students are one of the nutrition vulnerable groups, one of the nutrition problem is malnutrition. Children who suffer from malnutrition lags in cognitive and perceptual function. Nutritional adequacy greatly affects intelligence and concentration learning. School is a place that is efficient and practical to influence the eating habits of students. Feeding students at school (school feeding) can improve students’ learning ability, cognitive function, behavior in class, academic performance, and ability to concentrate Objective: To determine the relation of nutrient intake from food provided by schools (school feeding) with concentration of study elementary school students. Methods: The study was observational with cross sectional design. Subjects of study were 210 fifth-grade students from two elementary school in Daerah Istimewa Yogyakarta which chosen using purposive sampling method. The research variables were nutrient intake of food and concentration studied. Nutrient intake data obtained from visual comstock and concentration studied data obtained using subtest coding scale performance test Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC). Statistical analysis used in this study are Somer's D test, Kruskal Wallis test and logistic regression test. Results: This study shows there was no relationship of nutrients intake (energy, protein, iron, and vitamin C) from school feeding program with student’s concentration level (p> 0.05). Concentration studied associated with the school of origin (p<0.05). Conclusion: There was no correlation relationship nutrients intake (energy, protein, iron, and vitamin C) from school feeding program with concentration level in elementary school students.
Kata Kunci : school feeding, asupan energi, asupan protein, asupan zat besi, asupan vitamin C, visual comstock, konsentrasi belajar