Laporkan Masalah

Evaluasi Pertumbuhan Uji Keturunan Jati (Tectona grandis L.f.) Umur 11 Tahun di Perum Perhutani KPH Ngawi dan KPH Cepu

PROBO SANTOSO, Dr. Sapto Indrioko, S.Hut., M.P.

2017 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Jati (Tectona grandis L.f.) merupakan salah satu tanaman berkayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Akan tetapi produktivitas hasil hutan berupa kayu terus mengalami penurunan sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan kayu untuk pasar lokal maupun internasional. Oleh karena itu, Perum Perhutani melalui Puslitbanghut melakukan program pemuliaan pohon dengan uji keturunan jati di antaranya di KPH Cepu dan KPH Ngawi pada tahun 2004 untuk mendapatkan sumber genetik yang baik sehingga nantinya dapat menghasilkan individu yang unggul. Pertanaman uji keturunan jati dibuat dengan rancangan RCBD (Randomize Complete Block Design), yang terdiri dari 28 seedlot, 2 klon, 4 treeplot, 10 blok di masing-masing KPH, dan jarak tanam 6 m x 2 m. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan uji keturunan jati di KPH Cepu dan KPH Ngawi berdasarkan variabel pengamatan tinggi dan diameter tanaman. Penelitian dilakukan pada bulan April 2015 di KPH Ngawi dan KPH Cepu. Hasil penelitian menunjukkan famili memberi kontribusi yang rendah berdasarkan nilai heritabilitas dan korelasi genetik di KPH Ngawi, KPH Cepu dan gabungan lokasi. Analisis tapak menunjukkan bahwa terdapat kontribusi tapak terhadap pertumbuhan jati dan kualitas tapak di KPH Cepu lebih baik dari pada kualitas tapak di KPH Ngawi dengan rerata diameter 19,68 cm dan 16,58 cm serta rerata tinggi 10,71 m dan 10,35 cm. Sepuluh Ranking famili terbaik berdasarkan variabel diameter yaitu 29, 30, 21, 15, 9, 18, 28, 6, 22, dan 13. Sedangkan 10 famili terbaik berdasarkan variabel tinggi yaitu 30, 29, 15, 3, 6, 18, 11, 17, 4, dan 9.

Teak (Tectona grandis L.f.) is woody plant having high economic value. However, productivity of forest result in form of wood increasingly decreased so it cannot fulfill demand for wood in local and international market. Therefore, Perum Perhutani trough Puslitbanghut did breeding with progeny test of teak in KPH Cepu and KPH Ngawi in 2004 to get good genetic resources to produce excellent individual. Planting of teak progeny test was made with randomized complete block design consisting of 28 seedlots, 2 clone, 4 treeplots, 10 blocks in each KPH and planting distance of 6mx2m. The research was intended to identify growth of teak progeny test in KPH Cepu and KPH Ngawi based on height and diameter variables. The research was conducted in April 2015 in KPH Ngawi and KPH Cepu. The results indicated that family give low contribution based on heritability value and genetic correlation in KPH Ngawi, KPH Cepu and joint location. Site analysis indicated that there was site contribution on teak growth and site quality in KPH Cepu was better than that in KPH Ngawi with average of diameter 19,68 cm and 16,58 cm and average of height 10,71 cm and 10,35 cm, respectively. The best ten families based on diameter were 29, 30, 21, 15, 9, 18, 28, 6, 22, and 13. Meanwhile, the best ten families based on height variable were 30, 29, 15, 3, 6, 18, 11, 17, 4 and 9.

Kata Kunci : Jati, uji keturunan, KPH Ngawi, KPH Cepu

  1. S1-2017-375100-abstract.pdf  
  2. S1-2017-375100-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-375100-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-375100-title.pdf