Laporkan Masalah

Hubungan Status Gizi dengan Status Karies Gigi pada Anak Usia 9-12 Tahun (Kajian di SD Tamansari II Yogyakarta)

SRI RATNA KURNIAWATI, Dr. drg. Bambang Priyono, SU;drg. Elastria Widita, M.Sc

2016 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN GIGI

Latar Belakang : Ketidakseimbangan antara asupan dan keluaran zat gizi masih menjadi permasalahan nasional. Makanan tinggi gula merupakan salah satu etiologi terjadinya masalah gizi lebih dan karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah terdapat hubungan antara status gizi dengan status karies gigi pada anak usia 9-12 tahun. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang (cross sectional) yang melibatkan 97 anak berusia 9-12 tahun di SD Tamansari II Wirobrajan, Yogyakarta. Pemeriksaan status gizi dilakukan melalui pengukuran IMT/U yang selanjutnya dihitung menggunakan skor-z (z-score). Sementara status karies gigi dihitung berdasarkan indeks dmf-t dan DMF-T. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik dengan tingkat kepercayaan 95% (0,05). Hasil : Rerata dihitung menggunakan skor-z yang dimiliki responden adalah -0,58 (±1,40) dengan mayoritas responden tergolong status gizi normal (75,3%). Status karies gigi menunjukkan rerata sebesar 1,43 (±2,12) untuk indeks dmf-t dan 1,54 (±1,76) untuk indeks DMF-T. Analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan positif yang signifikan antara skor-z dengan indeks dmf-t (r= 0,201, p= 0,048) dan indeks DMF-T (r=0,209, p= 0,040).

Background: The imbalance between nutrient intake and output is still to bea national issue. Higher amount of sugar intake is one of the etiology of the problem of over nutrition and dental caries. The aims of this study was to assess the relationship between nutritional status and dental caries status of in children aged 9-12 years. Methods: This study was a cross sectional study which involved 97 children aged 9-12 years in Tamansari II SD Wirobrajan, Yogyakarta. Nutritional status examination was conducted by measuring BMI/Age then analysed using the z-score. While the status of dental caries was measured based on the index of dmf-t and DMF-T. Data were collected and analyzed using statistical software with a 95% confidence level (p<0.05). Result: The mean of z- score was -0.58 (± 1.40) with the majority of respondents classified as normal nutritional status (75.3%). The mean of dmf-t and DMF-T were 1.43 (± 2.12) and 1.54 (± 1.76) respectively. Bivariate analysis showed a significant positive correlation between z-score and dmf- t index (r = 0.201, p = 0.048) and DMF-T index (r = 0.209, p = 0.040).

Kata Kunci : anak, dmf-t, DMF-T, gizi, karies, skor-z