ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA PADA INDUSTRI BERBASIS KAKAO DI DESA NGLANGGERAN GUNUNG KIDUL
AYU KUSWANDARI, Prof. Dr. Ir. M. Maksum, M.Sc; Arita Dewi N, STP, MT
2017 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANABSTRAK Nglanggeran merupakan salah satu desa wisata di Kecamatan Patuk, Gunung Kidul yang juga merupakan daerah pembudidayaan kakao. Dari tahun ke tahun jumlah pengunjungnya semakin meningkat. Hal ini menyebabkan meningkatnya permintaan akan oleh-oleh khas daerah ini. Salah satunya adalah produk makanan berbasis kakao. Saat ini industri makanan berbasis kakao yang berada di Desa Nglanggeran belum mampu untuk memenuhi semua permintaan yang datang. Untuk itu perlu dilakukan studi agar permasalahan ini dapat diatasi, salah satunya adalah dengan melakukan analisis kelayakan pengembangan usaha. Obyek dalam penelitian ini adalah salah satu industri pengolahan kakao yang berada di daerah ekowisata Gunung Api Purba, Gunung Kidul. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kelayakan pengembangan usaha dengan menggunakan tiga macam skenario yang berbeda. Untuk setiap scenario dilakukan analisis dari aspek pasar, aspek teknis dan aspek finansial. Pada skenario 1 adalah kondisi usaha pada saat ini. Skenario 2 adalah kondisi saat kapasitas produksi menjadi dua kali lipatnya dengan menambahkan mesin pengaduk. Pada skenario 3 adalah ketika kapasitas produksi menjadi dua kali lipatnya dan adanya penambahan produk baru berupa minuman coklat instan chocomix. Pengembangan produk baru dilakukan untuk memberikan alternatif oleh-oleh dan untuk memperluas segmen pasar. Hasil dari penelitian ini adalah pada ketiga skenario, menunjukkan hasil bahwa pengembangan usaha yang direncanakan layak untuk dilaksanakan. Namun dari ketiga skenario yang paling sesuia untuk diaplikasikan pada industri adalah skenario 2 dengan hasil NPV 136.359.049,3, B/C ratio 3,401, IRR 76%, Payback Period 1,274 tahun, ROI 60,635% dan R/C 1,735. Pada skenario 2 kapasitas produksi menjadi dua kali lipat dari kondisi saat ini, dengan adanya penambahan mesin pengaduk. Adanya peningkatan kapasitas dapat mengatasi permasalahan tentang permintaan yang belum dapat dipenuhi. Skenario 2 juga merupakan kondisi usaha yang paling tidak sensitif terhadap perubahan, yaitu pada kenaikkan harga gula dan penurunan harga jual. Sehingga menjadi skenario yang paling sesuai untuk diaplikasikan.
ABSTRACT Nglanggeran is one of growing tourism villages in Patuk sub-district, Gunung Kidul, which also serves as cocoa cultivation area with rapidly increasing visitors, led to higher demand of specialty, such as cocoa-based products. However, cocoa-based productions in the village have yet been able to meet the demand. Therefore, feasibility analysis for business development was needed to search solution for such problems. The object of this study was a cocoa processing industry located in Gunung Api Purba eco-tourism area, Gunung Kidul. This study was conducted to analyze business development feasibility using three different scenarios. For each scenario, market, technical, and financial aspects were analyzed. Scenario 1 represented the current business condition. Scenario 2 was double production capacity simulation condition obtained by mixing machine addition. In scenario 3, production capacity was doubled with new product addition in form of Chocomix instant beverage. The new product development was simulated as specialty alternative as well as market segment expansion. Results showed that all three business development scenarios were feasible to be applied. However, the most feasible one was scenario 2 where production capacity was doubled than actual condition with mixing machine addition with NPV of 136,359,049.3, B/C ratio of 3.401, IRR of 76%, payback period of 1.274 years, ROI of 60.635%, and R/C of 1.735. Increasing capacity in this scenario was able to overcome demand problems. Scenario 2 was proven to be the most insensitive to changes, such as higher sugar price or decreased selling price, hence the most feasible to be applied.
Kata Kunci : kakao, pengembangan usaha, analisis sensitivitas/cocoa, business development, feasibility analysis