HUBUNGAN NILAI APGAR BAYI LAHIR VAGINAL DENGAN SEKSIO SESAREA
BARKAH QONITA NUBLIYA, dr. Risanto Siswosudarmo, Sp.OG (K);dr. Eugenius Phyowai Ganap, Sp.OG (K);dr. Muhammad Nurhadi Rahman, Sp.OG
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Penyebab kematian neonatus yang utama adalah asfiksia (37%). Asfiksia neonatorum adalah keadaan dimana terjadi kegagalan napas pada bayi baru lahir secara spontan. Insidensi asfiksia di Indonesia sekitar 40 bayi per 1000 kelahiran hidup, dan secara keseluruhan terdapat 110.000 bayi meninggal karena asfiksia setiap tahunnya. Faktor risiko terjadinya asfiksia salah satunya adalah partus dengan tindakan, yaitu seksio sesarea, ekstraksi vakum, maupun forceps. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi asfiksia pada perbandingan kelahiran vaginal spontan, vaginal berbantu dan seksio sesarea. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain analitik, potong lintang untuk mendapatan hubungan nilai apgar bayi lahir vaginal dengan seksio sesarea. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan SPSS 21.0 for Windows. Data bermakna jika memiliki p<0,05. Hasil Penelitian: Pada analisis bivariat vaginal berbantu dengan spontan didapatkan hasil menit ke-1 RR(CI%) 3,12(1,68-5,77) p=0,00 dan pada menit ke-5 RR (CI%) 1,4(0,22-9,23) p=0,72. Pada perbandingan seksio sesarea dengan vaginal spontan menit ke-1 RR (CI%) 1,56(1,21-2,02) p=0,001 pada menit ke-5 RR (CI%) 1,01(0,63-1,62) p=0,96. Pada perbandingan vaginal berbantu dengan seksio sesarea menit ke-1 RR(CI%) 2 (1,08-3,68) p=0,07 pada menit ke-5 RR (CI%) 1,4(0,21-9,92) p=0,73. Pada uji komparabilitas kelompok didapatkan beberapa faktor pengganggu yang berpengaruh terhadap asfiksia. Dilakukan uji regresi logistik untuk menguji keterkaitan faktor pengganggu dengan variable tergantung. Didapatkn hasil bahwa usia kehamilan dan berat bayi berpengaruh terhadap status asfiksia bayi menit ke-1, yaitu 3,16x dan 3x dengan p=0,00, pada menit ke-5 6,76x dan 3,94x dengan p=0,00. Pada variabel hipertensi, partus lama dan anemia menit ke-1 didapatkan hasil 1,58x p=0,048; 1,43x p=0,54; 1,9x p=0,19 dan pada menit ke-5 1,25x p=0,5; 3,21x p=0,15; 2,17x p=0,23. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara apgar skor bayi lahir vaginal dengan seksio sesarea. Pada apgar menit-1 kelahiran vaginal spontan paling baik dibandingkan cara kelahiran lain, dan seksio sesarea lebih baik dari vaginal berbantu. Pada apgar menit ke-5 cara kelahiran tidak berpengaruh terhadap asfiksia neonatorum. Terdapat beberapa faktor pengganggu yang cukup berpengaruh terhadap asfiksia pada neonatus.
Background: The main cause of neonatal death is asphyxia (37%). Neonate asphyxia is a condition where spontaneous respiratory failure happened to a newborn baby. The incident of asphyxia in Indonesia is 40 baby in 1000 birth, and as a whole, there is 110.000 baby that died because of asphyxia each year. One of the risk factor for asphyxia is assist vaginal delivery, which is section caesarea, vacuum extraction, and forceps. Study Objective: The purpose of this study is to know the prevalence of comparation of asphyxia in spontaneous vaginal delivery, assisted vaginal delivery, and section caesarea. Study Method: This study use analytical, cross sectional design to obtain the correlation in the apgar score of vaginal delivery with section caesarea. The data processing is done with SPSS 21.0 for Windows's help. The data will be meaningful if p<0,05. Study Result: The result in analyze of bivariat spontaneous vaginal delivery and assisted vaginal delivery in the 1st minutes is RR(CI%) 3,12(1,68-5,77) p=0,004 and in the 5th minutes is RR (CI%) 1,4(0,22-9,23) p=0,72. In the comparison of section caesarea and spontaneous delivery in the 1st RR (CI%) 1,56(1,21-2,02) p=0,001 in the 5th minute RR (CI%) 1,01(0,63-1,62) p=0,96. In the comparison of assisted vaginal delivery and section caesarea in the 1st minute RR(CI%) 2(1,09-3,68) p=0,07 in the 5th minute RR (CI%) 1,4(0,21-9,92) p=0,73. The group comparability test found a few disturbing factors that affecting asphyxia. Logistic regretion is done to test the connection between disturbing factor and dependent variable. The result obtained indicated that pregnancy age and baby weight affecting the baby asphyxia status in the 1st minute by 3,16 times and 3 times dengan p=0,00, pin the 5th minute 6,76 times dan 3,94 times with p=0,00. In hypertention, prolonged birth and anemia's variable, the result obtained in the 1st minute is 1,58 times with p=0,048; 1,43 time with p=0,54; 1,9 times with p=0,19 in the 5th minute 1,25 times with p=0,5; 3,21 times with p=0,15; 2,17 times with p=0,23. Conclusion: There is a correlation in apgar score of vaginal delivery with section caesarea. In apgar's 1st minute, spontaneous vaginal delivery the best way to decrease asphyxia, and section caesarea is better than assisted vaginal delivery to reduce asphyxia. In apgar 5th minute, delivery method didn't affecting neonatorum asphyxia occurent. There're few disturbing factor that affecting asphyxia in neonates.
Kata Kunci : Apgar bayi, Asfiksia neonatorum, cara kelahiran, vaginal spontan, seksio sesarea, vaginal berbantu