Modal Sosial dan Corporate Social Responsibility (Studi Peran Modal Sosial Masyarakat Dalam Program CSR Perusahaan JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang diDesa Pulai Gading Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan)
ANGGRIE PRAMANTAKA MURDIMAN, Danang Arif Darmawan, S.Sos, M.Si
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)Sebagaimana modal finansial dan modal manusia (human capital), modal sosial dewasa ini juga diakui sebagai faktor penting yang menentukan keberhasilan suatu pembangunan negara. Modal sosial dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengetahui tingkat kepercayaan dan partisipasi di dalam komunitas itu besar atau kecil. Hal itu berkaitan erat dengan penerapan konsep CSR. Penerapan konsep CSRmelalui aktivitascommunity development seyogyanya dilaksanakan secara sinergis dengan mendayagunakan nilai modal sosial. Antara CSR dan modal sosial terdapat hubungan dua arah yang bersifat kausalitas dan saling mempengaruhi. Penelitian ini berfokus pada kontribusi modal sosial dalam program CSR Perusahaan JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang di Desa Pulai Gading. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara kepada pihak-pihakterkait ditambah dukungan data sekunder untuk menguatkan hasil penelitian.Hasil dari penelitian pada gambaran dinamika modal sosial masyarakat selanjutnya dianalisis perannya dalam program CSR Perusahaan JOB Pertamina Talisman Jambi Merang.Temuan di lapangan menunjukkan bahwa Desa Pulai Gading memiliki tingkat heterogenitas masyarakat. Secara umum, masyarakat Desa Pulai Gading membangun nilai gotong royong yang terkonfigurasi atas dasar tradisi dan budaya. Konsep mbangun desa mampu mengkerangkai persepsi warga desa akan arti ikatan kebersamaan dalam mencapai suatu tujuan, meskipun terkendala jarak antar dusun, realitas social bonding warga Dusun I, dan dominasi pengambilan keputusan oleh elite yang seringkali menjadi kendala dalam proses pemeliharaan modal sosial. Namun demikian, aktifitas kemasyarakatan seperti gotong royong, ronda malam, nyumbang, sinoman, takziyah, pance dan forum-forum warga lainnya mampu menjaga keseimbangan pola dimensi modal sosial yang ada. Meninjau program CSR Perusahaan JOB ada beberapa dimensi modal sosial yang tidak berperan. Dimensi modal sosial kemampuan kerjasama dan tindakan bersama ,informasi dan komunikasi, serta dimensi keeratan dan keikutsertaan sosial tidak teraktualisasikan dalam beberapa program seperti perpustakaan keliling, renovasi balai desa, dan beasiswa. Hal ini dikarenakan dalam pengelolaannya kurang melibatkan peran masyarakat secara holistik. Apabila ditarik simpul relevansi antara program CSR JOB dan modal sosial, program CSR JOB yang bersifat charity tanpa ada proses pendampingan dalam implementasinya belum bisa menyentuh seluruh pilar dimensi modal sosial yang ada.
Such as financial capital and human capital, social capital in the meantime recognized as prime factor that decided a succeeded of development program in some country. Social capital can be using as a tool to measures trust and participation level are big or small in some community. This case really relevant with implementation CSR concept. The Implementation of CSR concept through community development activity supposed to be synergistic using of usefulness social capital value. Between CSR and social capital have two ways relations of causality and mutual influence. This research focused on contribution of social capital within CSR Programs from JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang Corporation in Pulai Gading Village. The qualitative method with descriptive study approach was selected in this research. Data were taken with interviews to relevant persons and secondary data were added to strengthen the result of research. The result of social capital representation from society furthermore would be analyze on contribution within CSR Programs from JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang Corporation. Findings indicate Pulai Gading Village has high heterogenity level within community. Generally, Community in Pulai Gading build gotong royong value that has configured based from tradition and root culture. Mbangun desa concept capables to framing the perception from community about the meaning of cohesion bonding to achieve the purpose, although constrained by the distance inter territory, social bonding reality from Dusun 1 territory, and domination on taking decision from elite persons that often be obstacle to preserve social capital. Nevertheless, social activity such as gotong royong, patrolling activity, nyumbang, sinoman, takziyah, pance and several forums capable to keep the balance of social capital existence. Consider about CSR programs from JOB Corporation. There are found several social capital dimension that was not contributed. Social Capital dimension teamwork and collective action , information and communication, and then social cohesion and participation were not actualized on several programs such as mobile library, village meeting hall renovation, and scholarship. It cause the management of implementation programs less of involving community participation holisticly. Thus, the conclusion about relevance between JOB CSR programs and social capital. Several JOB CSR programs that tend to charity type without accompaniment process within implementation could not touch all the social capital dimension yet.
Kata Kunci : Modal Sosial, CSR, Kohesi Sosial