Laporkan Masalah

KEKALAHAN PETAHANA DALAM PILKADA SERENTAK: KASUS PILKADA SERENTAK DI DESA SEGOROYOSO

SARTIKA LESTARI, Agus Indiyanto, S.sos., M.Si.

2017 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Pilkada serentak menjadi wadah politik secara langsung yang dilakukan oleh masyarakat untuk memberikan partisipasi politik. Pilkada serentak yang berlangsung di Bantul menghasilkan perubahan pemimpin. Perubahan pemimpin ini merupakan salah bentuk dari kesadaran politik yang tinggi. Hal ini menjadi tanda bahwa masyarakat kini mulai sadar politik. Kesadaran politik yang tinggi itu tentu didukung oleh banyak faktor didalamnya. Faktor tersebut misalnya perubahan demografi penduduk yang terus berkembang. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan perubahan pemimpin yang terjadi di Bantul. Penelitian ini berfokus pada pembahasan mengenai perubahan pemimpin yang terjadi di Bantul. Perubahan pemimpin di Bantul ini terjadi pada saat pilkada serentak. Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang terlibat langsung dalam proses pilkada serentak di tingkat Desa Segoroyoso. Metode yang digunakan untuk menganalisis adalah metode kualitatif deskripsi yang bersumber pada hasil wawancara. Hasil peneltian menyimpulkan bahwa perubahan pemimpin di Bantul disebabkan adanya perubahan karakterisitik demografi, perubahan aspirasi masyarakat mengenai pemimpin yang berubah, dan dukungan strategi-strategi politik yang digunakan. Strategi yang digunakan tersebut antara lain melalui politik sektarian, politik transaksional, politik balas budi, politik uang dan munculnya pemilih rasional.

Pilkada serentak became direct political container which was done by society for their political participation. Pilkada serentak which took place in Bantul produce the change of leader. This change of leader was one of political awareness. This thing became a sign that now, society start to politically aware. High political awareness was supported by many factors inside. One of the factors was the change of populations demographics which continuously grow. This research tries to describe the change of leader in Bantul. This research focused on the discussion about the change of leader in Bantul happened on pilkada serentak. This research done by in-depth interviews toward seven informants who directly involved in the process of pilkada serentak in Segoroyoso village level. Qualitative description which rooted in the interviews result was used for the analytical method. The research result concludes that the change of leader in Bantul was caused by the demographic characteristics, society�s aspiration changes about the changing leader, and political strategies support which was used. Those used strategies were sectarian politics, transactional politics, political reciprocation, money politics, and the emerging rational voters.

Kata Kunci : Keywords: change/transformation, leader, strategies

  1. S1-2017-329018-abstract.pdf  
  2. S1-2017-329018-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-329018-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-329018-title.pdf