PENGUKURAN PRODUKSI RUMPUT DAN FORBS PADA MUSIM PENGHUJAN DI BANYUSOCA, PLAYEN, GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA
ELLENTIKA DAMAYANTI, Nafiatul Umami, S.Pt., M.P., Ph.D; Prof. Dr. Ir. Ristianto Utomo, SU.
2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANEksplorasi potensi pakan di wilayah Gunungkidul dilakukan untuk mengetahui keragaman potensi pakan sebagai dasar pengembangan ternak. Hijauan makanan ternak terdiri dari rumput, legum dan forbs. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi hijauan makanan ternak di Banyusoco Gunungkidul yang berada di lahan pertanian berupa data produksi hijauan dan kandungan nutrien setiap jenis hijauan serta daya tampung ternak. Penelitian dilakukan dengan melakukan sampling di lahan pertanian anggota kelompok wanita tani Gama Ngudi Lestari pada musim penghujan. Sampling dilakukan dengan cara pengelompokkan anggota berdasarkan 3 kelompok kepemilikan ternak, kemudian di ambil sampel hijauan dengan menggunakan ubinan. Setiap lahan diambil 3 titik dan dipisahkan berdasarkan spesies, kemudian ditimbang. Kandungan nutrien diperoleh dengan melakukan analisis proksimat. Produksi hijauan per meter beserta kandungan nutrien pada setiap spesies dapat digunakan dalam perhitungan produksi pertahun. Analisis yang dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi hijauan makanan yang berpotensi. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa rumput memiliki produksi segar sebanyak 135,42 ton/tahun dan forbs yang memiliki produksi segar sebesar 19,37 ton/tahun. Berdasarkan beberapa macam hijauan dengan produksi yang tinggi maka diperoleh kesimpulan bahwa dari Desa Banyusoca dapat menampung ternak berdasarkan kebutuhan BK, PK, dan TDN masing-masing sejumlah 13 AU/tahun, 15 AU/tahun, dan 15 AU/tahun yang setara dengan 93 ekor kambing/tahun, 103 ekor kambing/tahun, dan 104 ekor kambing/tahun sedangkan untuk Kecamatan Playen masing-masing sejumlah 303 AU/tahun, 328 AU/tahun, dan 333 AU/tahun yang setara dengan 2.118 ekor kambing/tahun, 2.298 ekor kambing/tahun, dan 2.330 ekor kambing/tahun. Peningkatan nilai daya tampung ternak dapat dilakukan dengan penambahan sumber pakan hijauan seperti jerami sisa pertanian, legum, dan rambanan.
Potential exploration in the area of Gunungkidul Regency was conducted to determine the potential diversity of feed as the basis for animal development. Forage consists of grasses, legumes and forbs. This study was conducted to determine the potential of forage fodder in Banyusoco Gunung Kidul Regency which is in the agriculture land consisting of forage production data, nutrient composition, and carrying capacity. The study was conducted by sampling agriculture land members of women farmers Gama Ngudi Lestari in rainy season, sampling is done by tile. Sampling was conducted by grouping members on 3 groups. Then every land taken three points and separated by species, and weighed. Sampel analyzed by proximate analysis and calculated the productivity. Descriptive analysis conducted to describe the condition of the forage potential. Data obtained showed that the grass has a total production of 135.42 tons/year of feed crops and forbs consisting of 19.37 tons/year. Based on some the type of forage with high production it could be concluded that Banyusoco can accommodate animal based on the needs of BK, PK, and TDN each a 13 AU/year, 15 AU/year, and 15 AU/year that equivalent to 93 goats/year, 103 goats/year, and 104 goats/year while for the Sub-district of Playen each number 303 AU/year, 328 AU/year, and 333 AU/year and equivalent to 2,118 goats/year, 2,298 goats/year, and 2,330 gotas/year. Increasing carrying capacity value can be done with using another source of forage such as agriculture straw, legumes, and some browse.
Kata Kunci : Daya tampung ternak, Forbs, Rumput, Produksi hijauan