PENENTUAN DAUR FINANSIAL KELAS PERUSAHAAN PINUS (Pinus merkusii et de Vriese) DENGAN METODE NILAI HARAPAN TANAH (Studi Kasus di Bagian Hutan Sidareja KPH Banyumas Barat Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah)
ANDY MUHAMMAD R F, Agus Affianto, S.Hut., M.Si.
2017 | Skripsi | S1 KEHUTANANDaur tanaman Pinus milik Perhutani menggunakan daur fisik yang didekati dengan pendekatan produksi getah dan secara finansial belum diperhitungkan untuk memperoleh keuntungan yang maksimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daur finansial yang mampu memberikan keuntungan maksimum dari produk kayu dan getah. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan data random sampling pada sampel anak petak yang terdapat di Bagian Hutan Sidareja KPH Banyumas Barat Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah pada kelas hutan produktif dengan Bonita III. Metode analisis data menggunakan Nilai Harapan Tanah (LEV) untuk menentukan daur finansial hutan tanaman Pinus. Produksi volume tebangan akhir daur ditaksir dengan kegiatan inventarisasi tegakan di lapangan dan di ukur dengan menggunakan TVL KPH Banyumas Barat tahun 2015. Umur yang digunakan pada penelitian ini yaitu umur 25, 26, 27, 28, 29 dan 30 tahun. Hasil nilai LEV hutan tanaman Pinus pada Bonita III dengan menggunakan suku bunga riil 6,3% pada umur 25, 26, 27, 28, 29, dan 30 tahun yaitu Rp. 34.838.144,00/Ha/daur, Rp. 34.838.144,00Ha/daur, Rp. 36.198.023/Ha/daur, Rp. 36.573.518,00/Ha/daur, Rp.35.241.673,00/Ha/daur, Rp. 33.914.201,00/Ha/daur, Rp. 32.479.253,00/Ha/daur, dengan nilai LEV tertinggi sebesar Rp. 36.573.518,00/Ha/daur, Daur finansial kelas perusahaan tanaman Pinus di Bagian Hutan Sidareja KPH Banyumas Barat akan memperoleh keuntungan maksimum pada rotasi umur 27 tahun menurut kriteria LEV.
Perhutanis pine plantation rotation that applied physical rotation through resin production approach have not financially considered yet to get maximum profit. This research aims to determine the finance rotation that maximize the advantages of wood and resin production. This study applied random sampling methodology on sub compartment of pine plantation forest in Sidareja, KPH West Banyumas Perum Perhutani Regional Division of Central Java in productive forest class with Bonita III. Data analysis used Land Expectation Value (LEV) to determine finance rotation of pine forestry. Cutting volume production at the end of rotation estimated by stands of the pine inventory in the field and measured by TVL KPH Banyumas barat in 2015. Pine at the age of 25, 26, 27, 28, 29, and 30 used as the specimen. LEV result of Pine plantation on Bonita III with real interest rate 6.3% at the age of 25, 26, 27, 28, 29, and 30 are Rp. 34,838,144.00/Ha/rotation, Rp 34,838,144.00/Ha/rotation, Rp 36,198,023.00/Ha/rotation, Rp 36,573,518.00 /Ha/rotation, Rp 35,241,673,.00/Ha/rotation, Rp 33,914,201.00/Ha/rotation, Rp 32,479,253.00/Ha/rotation, The highest LEV is Rp 36,573,518.00/Ha /rotation. Financial rotation of Pine plantation in forest section of Sidareja KPH West Banyumas will increase its profit at the rotation age of 27 based on LEV criteria.
Kata Kunci : Kata kunci : Nilai Harapan Tanah, Daur Finansial, Keuntungan;Land Expectation Value, Finance Rotation, Profit