RUMAHKU SURGAKU: KESEJAHTERAAN KELUARGA DILIHAT DARI KESEJAHTERAAN ANAK USIA REMAJA DALAM KELUARGA YANG MENERAPKAN POLA ASUH ISLAMI
SAKTI MUTIARA EVITASARI, Dr. Budi Andayani, M.A
2016 | Skripsi | S1 PSIKOLOGISesuai dengan peran dan fungsinya, keluarga diharapkan mampu menjadi tempat yang kondusif bagi individu dalam mendapatkan pendidikan, perlindungan, kasih sayang, dan tercukupinya kebutuhan psikologis maupun fisik. Dewasa ini, banyak keluarga yang tidak lagi melakukan peran dan fungsinya dengan baik, sehingga sering terjadi permasalahan dalam keluarga. Akibatnya, kesejahteraan anak tidak dapat terwujud karena permasalahan dalam keluarga yang begitu kompleks. Salah satunya dikarenakan masalah pengasuhan yang tidak berjalan dengan baik. Melihat permasalahan yang ada, penelitian dengan pendekatan kualitatif ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana dinamika terwujudnya kesejahteraan keluarga dengan pola asuh islami dilihat dari kesejahteraan subjektif anak dalam keluarga. Metode pengambilan data yang digunakan adalah wawancara mendalam kepada tiga remaja sebagai anak dalam keluarga muslim yang memiliki orangtua kandung yang utuh. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis tematik yang menghasilkan sebuah temuan bahwa pola asuh islami memiliki peran yang penting dalam kehidupan anak. Hal ini dikarenakan pola asuh tersebut membuat anak memiliki kedekatan hubungan dengan orangtua, merasakan kenyamanan dalam keluarga serta memiliki nilai-nilai agama yang berguna sebagai pedoman hidup, terutama nilai kebersyukuran yang membuat anak memandang kehidupan dengan positif. Pola asuh yang berjalan dengan baik mengindikasikan adanya keharmonisan orangtua. Ketika anak merasa dirinya sejahtera, maka dapat dikatakan keluarganya sejahtera karena kesejahteraan anak adalah dimensi utama dalam kesejahteraan keluarga.
In accordance to its role and function, family is expected to be a condusive place for an individual to get education, protection, love, and the fulfillment of psychologycal and physical needs, so that the family as well-being could attained. Nowadays, a lot of families do not execute its roles and functions well. So that the child as well-being could not be fulfilled. This unfulfillment happens because of poor parenting as a result of disharmonious marriage and a lax grip on the religious principle that should have been firmy believed in the first place. According to this problem, this qualitative study aims to explore how the family as well being could be fulfilled with Islamic parenting seen through the child as subjective well-being in the family. The data gathering method used in this study is in-depth interview with three adolescents as child in their family which is muslim with two living biological parents. The gathered data was analyzed using thematic analysis method which resulted to a finding that the Islamic parenting has a crucial role in the child as life. The finding might happen because Islamic parenting makes a child close to their parents, comfortable in their family, and firmly embracing religious values which can function as a way of life, especially gratitude; which makes the child to perceive life positively. A good parenting indicates a harmonious marriage. When the child perceive their self as having a subjective well-being, it could be concluded that the family has a good well-being as well for the child as well-being is the main dimension in the family as well-being.
Kata Kunci : Child, Family, Islamic Parenting, Well-Being.