Laporkan Masalah

PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT TERHADAP INTENSITAS SERANGAN Helopeltis theivora PADA TANAMAN TEH DI PT. PAGILARAN

TRYA ANGGA PERKASA, Dr. Ir. Arman Wijonarko, M.Sc.; Dr. Tri Harjaka, S.P., M.P.; Dr. Ir. Witjaksono, M.Sc.

2017 | Skripsi | S1 ILMU HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan hama Helopeltis theivora Waterhouse pada beberapa ketinggian tempat di PT. Pagilaran. Penelitian lapangan disusun dalam rancangan acak lengkap (RAKL) tiga faktorial. Faktor yang diamati adalah ketinggian, klon dan interaksi antara ketinggian dan klon. Pengamatan yang dilakukan pada klon gambung 7 dan TRI 2025 pada ketinggian 800 mdpl, 1000 mdpl, 1350 mdpl dekat hutan dan 1350 mdpl jauh dari hutan, dari lahan tersebut dipilih 5 titik sampel dan diambil 20 pucuk kemudian dilakukan skoring, pengamatan dilakukan selama 8 kali dengan rentan waktu pengamatan satu minggu sekali. Selain itu, dilakukan identifikasi spesies Helopeltis yang ditemukan di lahan pertanaman teh di PT.Pagilaran. Dari hasil identifikasi menunjukkan bahwa spesies kepik penghisap daun teh yang menyerang pertanaman di PT. Pagilaran adalah Helopeltis theivora. Dari ketiga faktor yang diamati, hasil analisis data menunjukkan bahwa hanya ketinggian yang berbeda nyata, sedangkan klon dan interaksi ketinggian antar klon tidak menunjukkan beda nyata. Dari data yang diperoleh pada penelitian ini dapat diketahui bahwa intensitas serangan dan presentase serangan Helopeltis theivora berkorelasi positif dengan ketinggian tempat. ketinggian 800 mdpl menunjukkan tingkat serangan yang paling rendah dengan rata-rata serangan 29,34 %, pada ketinggian 1000 mdpl intensitas serangan 32,59 %, sedangkan intersitas serangan paling tinggi pada ketinggian 1350 mdpl dekat maupun jauh dari hutan, dengan intensitas serangan rata-rata 35, 17 %, rata- rata intensitas serangan dihitung selama 8 minggu pengamatan.

This study aims to determine the level of pest infestation of Helopeltis sp. on some elevation in PT. Pagilaran. Field experiment was arranged in a Randomized Complete Block Design (RCBD) three factorial. Observation including the altitude, clones and the interaction between the clones and the altitude. The observations made in clones Gambung 7 and TRI 2025 at an altitude of 800, 1000, 1350 masl near a forest and 1350 mmasl away from the forest, from the land we have determined five sample points and captured 20 shoots then carried the scoring, observations were made for 8 times with period span of observation was once a week. We also have made the identification of species Helopeltis found in tea plantation land in PT. Pagilaran. Identification showed that species of Helopeltis found in PT. Pagilaran is Helopeltis theivora W. Data analysis showed that the altitude effect the intensity, while the clones and the interaction between the height of the clones showed no significant difference. Data revealed that the numbers of the intensity of the attack Helopeltis theivora positively correlated with altitude. The altitude 800 masl indicates the lowest level with an average onset of 29.34%, at 1000 masl the intensity indicates 32.59%, while the highest intensity occured at 1350 meters asl either near or far from the forest, with the average intensity of attacks at 35, 17%.

Kata Kunci : Kebun teh PT. Pagilaran, Ketinggian tempat, serangan Helopeltis theivora

  1. S1-2017-318241-abstract.pdf  
  2. S1-2017-318241-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-318241-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-318241-title.pdf