Laporkan Masalah

ANALISIS PRODUKTIVITAS UMKM "WEDANG HERBAL TELAGA RASA" MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIX

M ROISUL AKBAR ISLAMI, Dr. Mirwan Ushada, STP., M.App.Life.Sc ; Darmanwan Ari Nugroho., STP., MP

2017 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Wedang Herbal Telaga Rasa memiliki tenaga kerja berjumlah 13 orang pria dan wanita. Setiap bulannya wedang herbal Telaga Rasa membutuhkan bahan baku rempah - rempah sebesar 75 kilogram sampai dengan 100 kilogram. Tingginya permintaan produk menjadikan industri ini harus ekstra keras memenuhi kapasitas produksi yang semakin hari semakin besar. Hasil penelitian pendahuluan dapat diketahui bahwa target perusahan belum sepenuhnya terealisasi sehingga perlu diadakan perbaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun kriteria pengukuran produktivitas yang sesuai dengan target perusahaan, menetapkan parameter pengukuran produktivitas, dan mengevaluasi faktor peningkatan produktivitas di wedang herbal Telaga Rasa. Metode yang digunakan adalah Objective Matrix (OMAX), dengan langkah-langkah yaitu kriteria, perhitungan rasio, perhitungan interpolasi nilai matriks, penetapan sasaran, penetapan bobot rasio, pembentukan matriks, penentuan skor, penentuan nilai produktivitas. Berdasarkan hasil pengukuran, nilai produktivitas total yang tertinggi selama periode pengukuran adalah periode Juli 2015 dengan nilai 447,368 sedangkan nilai produktivitas total terendah terjadi pada Oktober 2014 dengan nilai 49,123. Untuk rasio yang diprioritaskan dilakukan perbaikan yaitu rasio 1 dan rasio 4.

A small enterprise in Yogyakarta mainly produces herbal beverage branded Wedang Herbal Telaga Rasa has 13 male and female workers. Monthly, 75-100 kg herbs as raw material are needed. It has to extensively work to meet production capacity due to the increasingly high product demand. Preliminary study revealed that enterprises target has not been fully realized. Therefore, this present study aimed to sets the criteria for productivity measurement based on its target, together with its measurement parameter, and to evaluate productivity improvement factors in the enterprise. Objective Matrix (OMAX) was performed through several stages of criteria determination, ratio quantification, interpolation calculation on matrix value, goal setting, ratio weight determination, matrix forming, scoring, and quantification of productivity value. Based on analyses, the highest total productivity during measurement period at July 2015 was 447.368, while the lowest of 49.123 occurred at October 2014. Ratio which had to be prioritized for improvement was ratio 1 and 4.

Kata Kunci : Produktivitas, Objective Matrix (OMAX), Rasio Produktivitas, Productivity, Objective Matrix (OMAX), Productivity Ratio

  1. S1-2017-297679-abstract.pdf  
  2. S1-2017-297679-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-297679-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-297679-title.pdf