Perbedaan Daya Antibakteri antara Siler Saluran Akar Berbahan Dasar Seng Oksid Eugenol, Resin Epoksi dan Biokeramik terhadap Enterococcus faecalis
RAHMIWATI, Dr. drg. Ema Mulyawati, M.S., Sp.KG(K); drg. Wignyo Hadriyanto, M.S., Sp.KG(K)
2017 | Tesis-Spesialis | SP ILMU KONSERVASI GIGIDaya antibakteri siler saluran akar membantu menghilangkan mikroorganisme pada perawatan saluran akar sehingga meningkatkan keberhasilan perawatan. Bakteri Enterococcus faecalis merupakan mikroorganisme yang paling sering ditemukan pada kegagalan perawatan saluran akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya antibakteri antara siler saluran akar berbahan dasar seng oksid eugenol, resin epoksi dan biokeramik terhadap Enterococcus faecalis. Penelitian dilakukan menggunakan uji difusi agar. Masing-masing siler (0,1 ml, n = 9) dimasukkan dalam sumuran pada agar Mueller Hinton yang telah diinokulasi E. faecalis biakan murni (0,5 standar McFarland), dibiarkan 2 jam lalu diinkubasi (aerob, 37C, 18 Jam) dan diukur zona hambat yang terbentuk. Zona hambat yang lebih besar menunjukkan daya antibakteri yang lebih besar. Hasil penelitian menunjukkan diameter zona radikal (zona hambat dikurangi ukuran sumuran) dari besar ke kecil dimiliki siler seng oksid eugenol (9,75 +/- 1,16 mm), biokeramik (5,08 +/- 0.65 mm) dan resin epoksi (2,69 +/- 0.24 mm). Uji anava menunjukkan perbedaan tersebut bermakna (p<0,05). Uji post hoc Tukey menunjukkan perbedaan yang bermakna antara setiap dua kelompok siler (p<0,05). Penelitian ini menunjukkan daya antibakteri dari tinggi ke rendah dimiliki siler saluran akar berbahan dasar seng oksid eugenol, biokeramik dan resin epoksi terhadap Enterococcus faecalis. Siler seng oksid eugenol baik digunakan pada kasus infeksi sekunder. Siler biokeramik ditemukan berdifusi, ditunjukkan dengan adanya lingkaran putih disekitar sumuran pada agar.
Antibacterial activity of root canal sealer helps to eliminate microorganisms in root canal treatment thus increasing the success of treatment. Bacteria Enterococcus faecalis is the most often found microorganism in root canal treatment failure. This study aims to determine the difference between antibacterial activitivity of zinc oxide eugenol, epoxy resin and bioceramic based root canal sealers against Enterococcus faecalis. The study used the agar diffusion test. Each Sealer (0.1 ml, n = 9) was put in wells on Mueller Hinton agar inoculated with pure culture of E. faecalis (0.5 McFarland standard), left for 2 hours and then incubated (aerobically, 37C, 18 hours) and zone of inhibition was measured. A bigger zone of inhibition indicated a higher antibacterial activity. The results showed that radical zone diameter (zone of inhibition minus the size of well) from large to small were those of zinc oxide eugenol-based sealer (9.75 +/- 1,16 1.16 mm), bioceramic-based sealer (5.08 +/- 0.65 mm) and epoxy resin-based sealer (2.69 +/- 12:24 mm). ANOVA test showed that the difference was significant (p<0.05). Tukey post hoc test showed significant difference between any two groups of sealer (p<0.05). This study shows that the antibacterial activity from high to low are those of zinc oxide eugenol, bioceramic and epoxy resin based root canal sealer against Enterococcus faecalis. Zinc oxide eugenol based sealer is good for secondary infection cases. Bioceramic sealer has good diffusibility, as shown by the white circle area around the wells on agar.
Kata Kunci : daya antibakteri, siler saluran akar, seng oksid eugenol, resin epoksi, biokeramik, Enterococcus faecalis