Laporkan Masalah

Kontinuitas dan Perubahan Grand Strategy Amerika Serikat di Timur Tengah antara Pemerintahan Nixon dan Obama

RATIH MELATI EKA M, Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, MA (IR)

2017 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

American grand strategy has undergone transformation since the Cold War era up until today, an era marked with the event of 9/11. Both eras commenced with the emergence of the United States as great power, respectively under President Richard Nixon and Barack Obama. Both presidents faced the challenge of maintaining U.S. influence and interest abroad under the changing structure and process of international politics in the aftermath of major wars under their immediate predecessors, especially in the Middle East. Interestingly, Nixon and Obama selected the retrenchment strategy that constitutes scaling back U.S. policy abroad, as well as maintaining close relation with two regional great powers, Iran and Saudi Arabia. Despite their ostensibly retrenched foreign policy, Nixon and Obama adopted different outline of grand strategies. During his presidency Nixon opted for a twin-pillars strategy, a manifest of offshore balancing. On the other hand, Obama chose selective engagement that pursued a more active foreign policy in the Middle East. This paper seeks to identify and comprehend the change and continuity of United States grand strategy in the Middle East between Nixon and Obama administration as well as understand Iran and Saudi Arabia centrality within their grand strategy outlines.

Grand Strategy Amerika Serikat telah mengalami transformasi sejak era Perang Dingin hingga saat ini, era yang ditandai oleh peristiwa 9/11. Kedua era diawali dengan munculnya Amerika Serikat sebagai kekuatan besar, masing-masing dibawah pemerintahan Richard Nixon dan Barack Obama. Kedua presiden mengalami tantangan untuk mempertahankan pengaruh dan kepentingan Amerika Serikat di luar negeri dibawah perubahan struktur dan proses politik internasional setelah perang besar dibawah pemerintahan pendahulunya, khususnya di Timur Tengah. Menariknya, Nixon dan Obama memilih strategi retrenchment yang mengharuskan pengurangan skala keterlibatan Amerika Serikat di luar negeri, juga mempertahankan hubungan dekat dengan kedua kekuatan besar kawasan, Iran dan Arab Saudi. Meskipun dengan kebijakan luar negeri mereka yang tampak berhemat (retrenched), Nixon dan Obama mengadopsi kerangka grand strategy yang berbeda. Selama masa kepresidenannya, Nixon memilih strategi pilar ganda, manifestasi offshore balancing. Disisi lain, Obama memilih selective engagement yang mengejar kebijakan luar negeri yang lebih aktif di Timur Tengah. Skripsi ini berusaha untuk mengidentifikasi perubahan perubahan dan kontinuitas grand strategy Amerika Serikat di Timur Tengah antara pemerintahan Nixon dan Obama, juga memahami sentralitas Iran dan Arab Saudi dalam kerangka grand strategy mereka.

Kata Kunci : grand strategy, balance of power, retrenchment, offshore balancing, selective engagement, Nixon, Obama

  1. S1-2017-336328-abstract.pdf  
  2. S1-2017-336328-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-336328-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-336328-title.pdf