Karakteristik Ruang Bermain Anak di Kampung Alun-alun, Kotagede, Yogyakarta
MUHAMMAD FIKRY RAMADHIAN ARIFFIN, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, MA.
2017 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKotagede merupakan kawasan perkotaan yang memiliki nilai sejarah. Kawasan ini memiliki banyak peninggalan bangunan-bangunan bersejarah seperti masjid dan makam peninggalan Kerajaan Mataram Islam. Saat ini kawasan tersebut berkembang menjadi kawasan padat permukiman dan padat bangunan yang minim ruang publik. Salah satu kampung yang berada di Kotagede yaitu Kampung Alun-alun. Rumah-rumah di kampung tersebut hampir tidak memiliki halaman dan jarak antar bangunan cukup sempit. Anak-anak sebagai salah satu golongan penghuni kampung memiliki kebutuhan berupa ruang sebagai sarana untuk bermain. Keterbatasan ruang publik berdampak pada terbatasnya ruang yang bisa dipakai untuk bermain. Anak-anak membutuhkan ruang untuk bermain sebagaimana orang dewasa juga memerlukan ruang untuk bersosialisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kegiatan bermain anak, karakteristik tempat yang digunakan sebagai ruang bermain, serta mengkaji kelayakan ruang yang dipakai untuk bermain di Kampung Alun-alun, Kotagede, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa anak-anak di Kampung Alun-alun tidak kehilangan kreativitas dalam memainkan berbagai jenis permainan. Tidak adanya ruang khusus untuk bermain tidak membuat anak-anak hanya memanfaatkan ruang sempit antar bangunan. Karakteristik ruang bermain mempengaruhi kegiatan bermain yang dilakukan anak-anak. Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa ruang yang dipakai untuk kegiatan bermain anak di Kampung Alun-alun belum layak untuk digunakan sebagai ruang bermain. Akan tetapi anak-anak lebih memilih ruang bermain yang ada saat ini dibandingkan dengan ruang bermain formal yang terencana dan terdapat fasilitas bermain di dalamnya.
Kotagede is an urban area that has historical value, where lots of historical buildings such as mosques and tombs relics of Islamic Mataram Kingdom are built. Now, this area has been developed into a compact residential area with dense buildings and minimal public spaces. One of them is Kampung Alun-alun. Most of the houses in this kampong do not have a yard, and there are close to each other. Children, as one of kampong inhabitants, need a space to play. For children, limited quantities of public spaces give an impact on the lack of playground. Children need space to be used as a playground, as adults also need space for socialization. This research aims to identify playing activities, playground characteristics, and to assess the feasibility of playground space in Kampung Alun-alun, Kotagede. The method used in this study is deductive-qualitative. The data is collected using observation, in-depth interview, and documentation. The research found that children in Kampung Alun-alun is not losing their creativity while playing different types of games. The absence of playground space does not make children only use any open area between buildings. Playground characteristics do affect playing activities. The results of this research also found that the spaces used for playing activities are not eligible to be used as a playground, but the children prefer to use the existing spaces instead of a planned playground that has good facilities.
Kata Kunci : ruang bermain anak, karakteristik ruang bermain anak, Kotagede