Tanggung Jawab Ilmuwan Terhadap Bioterorisme
AMANDA RACHMADITA, Dr. Rizal Mustansyir, M.Hum.
2017 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFATINTISARI Kemajuan ilmu dan teknologi tidak hanya memberi dampak positif bagi kehidupan manusia. Penyalahgunaan ilmu dan teknologi yang telah dikembangkan untuk mencapai tujuan tertentu memberikan dampak tidak terduga yang dapat membahayakan manusia, tidak terkecuali bioterorisme. Penggunaan agen biologis sebagai senjata perang dan alat teror dengan mengandalkan kecanggihan bioteknologi menujukkan bahwa ilmu dan teknologi memiliki sebuah dampak yang tidak terkendali meskipun telah dirangkai sedemikian rupa oleh ilmuwan agar ilmu yang dikembangkannya bermanfaat bagi manusia dan lingkungannya. Selain itu, bioterorisme menggambarkan bahwa pengembangan ilmu dan teknologi tanpa kesadaran moral dari ilmuwan dan penerapan ilmu dan teknologi tanpa kesadaran moral masyarakat membawa manusia pada kehancurannya sendiri. Penelitian ini menggunakan model penelitian mengenai masalah aktual yang juga menjadi isu kontroversial di masyarakat dengan menggunakan metode kualitatif yang didasarkan pada studi pustaka dan literatur. Langkah penelitian diawali dengan pengumpulan data, kemudian menentukan kategori data yang telah dikumpulkan, dan yang terakhir adalah analisis. Unsur-unsur metodis yang digunakan adalah deskripsi, kesinambungan historis, interpretasi, heuristik, dan refleksi. Hasil dari penelitian, pertama, bioterorisme merupakan sebuah tindakan atau aksi teror dengan mengandalkan agen biologis sebagai media maupun senjata untuk mencapai kepentingan tertentu. Kedua, Persoalan-persoalan mengenai penyalahgunaan ilmu dan teknologi hingga kritik atas lemahnya kesadaran etis maupun hilangnya rasa tanggung jawab ilmuwan atas ilmu yang dikembangkan untuk mendehumanisasi manusia memengaruhi bagaimana sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang ilmuwan dalam menghadapi problem terkait penyalahgunaan ilmu yang dikembangkannya. Ketiga, Ilmuwan sebagai sebuah profesi memiliki kewajiban untuk mengembangkan ilmu dan teknologi yang bermanfaat bagi manusia dan meminimalkan kerusakan-kerusakan bagi lingkungan maupun sesamanya.
ABSTRACT Science and technology advancement not only give positive impact for society. The misuse of science and technology improvement could turn positive research goals into a negative impact, in example, bioterrorism. Biological agent development that used as a terror and weapons have uncontrollable impact eventhough scientist already created the biological agent have benecial for humanity. The result of science improvement used to abused, war and terror would be more powerful and threaten all creatures. Bioterrorism give a projection about science and technology development without responsibility would bring desctruction for humanity. Scientist should control their research product to minimize negative impact and boost up the benefit of their science and technology development. The philosophical method in this study are using qualitative approach and reffering to literature source. This research driven by actual problem research method which the data achieved from books and literatures related to thesis topic. Step one in this research started with gathering the data, then writer classified the data, and made an analysis based on research data. In this thesis, writer explains three results derived from the research, first, bioterrorism was an terror act that using biological agent as the terror threat or weapon to take some private or specific group benefits from bioterrorism act. Second, problems about misuse of science and technology influenced how should scientist’s position facing wrong implementation of their research product. Third, scientist as their job have a responsibility to developing science and technology which beneficial for all human being and abolish the violence caused by science or technology.
Kata Kunci : Bioterorisme, agen biologis, sikap ilmuwan, tanggung jawab