Laporkan Masalah

DINAMIKA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PEKERJA SEKS DALAM UPAYA PENANGGULANGAN HIV DAN AIDS MELALUI SEKOLAH SORE KESEHATAN REPRODUKSI DI KOMUNITAS SURTI BERDAYA GIWANGAN KOTA YOGYAKARTA

AMAT ILHAM , Danang Arif Darmawan, S.Sos. M.Si

2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

INTISARI Dewasa ini pemberdayaan komunitas dianggap sebagai sebuah alternatif dalam upaya pembangunan masyarakat. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan sekolah sore kesehatan reproduksi di Komunitas Surti Berdaya Giwangan Kota Yogyakarta. Program pemberdayaan ini dilakukan oleh PKBI dan P3SY, sebagai sebuah upaya penyadaran terkait kesehatan reproduksi dan penanggulangan HIV dan AIDS. Upaya peningkatan kapasitas terkait penanggulangan HIV dan AIDS sangat dibutuhkan oleh perempuan pekerja seks sebagai kelompok yang memiliki prevalensi tinggi. Menurut Jim Ife, pemberdayaan merupakan sebagai upaya memberikan kuasa atau wewenang individu maupun kelompok agar dapat memenuhi kepentingan mereka dengan cara pendidikan penyadaran, sehingga mereka dapat memanfaatkan modal sosial yang ada untuk menyelesaikan masalah yang ada. Harapannya dengan adanya program ini, perempuan pekerja seks dapat mengetahui risiko kesehatan reproduksi yang mereka hadapi, sehingga dapat merubah perilaku seksual mereka secara bertanggungjawab. Pendekatan hak asasi manusia digunakan dalam penelitian ini untuk melihat fenomena pekerja seks. Penelitian ini adalah penelitian diskriptif kualitatif yang dilakukan secara purposive untuk menentukan informan. Informan dari penelitian ini meliputi empat informan dari PKBI, dua informan dari P3SY dan tiga informan dari Surti Berdaya. Metode yang dilakukan untuk mengumpulkan data dilakukan dengan observasi partisipatoris, wawancara mendalam, dokumentasi dan catatan lapangan. Uji kredibilitas data dilakukan dengan cara meningkatkan ketekunan pengamatan dan triangulasi. Lokasi penelitian berada di Komunitas Surti Berdaya yang berada di sekitar Terminal Giwangan, Kecamatan Umbuharjo, Kota Yogyakarta. Tujuan substansial dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika yang terjadi dalam kegiatan pemberdayaan yang dilakukan melalui sekolah sore kesehatan reproduksi dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS, dengan memfokuskan pada aspek alur pemberdayaan, faktor yang mendorong dan menghambat, dan keberlanjutan program. Berdasarkan temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa alur dalam pemberdayaan komunitas ini memanfaatkan community based organization. komunitas terlibat dalam proses identifikasi masalah sampai dengan proses monitoring. Hasil dari program ini adalah peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi serta tercipta beberapa kegiatan yang menunjang program penanggulangan HIV dan AIDS. Program ini tidak berjalan dengan mulus karena terjadi penolakan terkait kegiatan prostitusi di Kampung Mrican. Oleh sebab itu, Surti Berdaya mengorganisir anggotanya untuk berusaha mempengaruhi penolakan tersebut. Kata Kunci: dinamika, pemberdayaan, komunitas, pekerja seks, alur, faktor pendorong, faktor penghambat, keberlanjutan.

Abstract Nowadays, community empowerment is considered as an alternative in the community development quest,it is can be seen on the implementation of sekolah sore kesehatan reproduksi program in Surti Berdaya Community, Yogyakarta. This empowerment programme conducted by P3SY and PKBI, as an effort of raising awareness about reproductive health and combat HIV and AIDS in female sex worker community. Capacity building efforts and the process of increasing bargaining position for tackling HIV and AIDS is urgently needed by female sex workers as a group have a high prevalence. According to Jim Ife, empowerment is an effort to give power or authority to individuals and groups in order to fulfill their interests by the educational awareness, so that they can benefit from the social capital that exists to solve the problem. The expectation of this program, to raising awareness of female sex workers so they identify the reproductive health risks they face and then hopefully they can change their sexual behavior with responsible act. The human rights approach used in this study to look at the sex workers phenomenon. This study is qualitative research. Purposive sampling used to determine the informants. Informants from this research include the four informants from PKBI, two P3SY and three from the informant of Surti Berdaya. Data collecting methods done by these following activities such as participatory observation, in-depth interviews, field notes and documentation. Data credibility check done by way of improving the persistence of observation and triangulation. The research location in Surti Berdaya Community.around Giwangan bus station, district Umbuharjo, Yogyakarta. Substantial objective of this research is to know the dynamics that occur in the activities conducted through sekolah sore kesehatan reproduksi as an effort to combat HIV and AIDS, with focus on the aspects of the flow of empowerment, the factors that promote and hinder, and program sustainability. Based on the findings of this research show that the flow in this community empowerment utilizing a community-based organization. The community members involved in the process of identifying the problem up to the monitoring process . The result of this program is the knowledge about reproductive health has been increased and there is some activities that support the programs about combating HIV and AIDS. This program does not run smoothly due to the refusal of the prostitution activities in Mrican. Therefore, Surti Berdaya community organizing its members to try to influence the rejection. Key words: Dynamics, empowerment, community, sex workers, the flow, the driving factor, factor inhibitor, sustainability.

Kata Kunci : Dynamics, empowerment, community, sex workers, the flow, the driving factor, inhibit factor, sustainability.