Pengajuan Keanggotaan Indonesia pada Melanesian Spearhead Group (MSG)
PUTRI AYU KUSUMA W, Atin Prabandari, SIP, M.A (IR)
2016 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALDewasa ini Indonesia mulai memberikan perhatian pada kawasan Pasifik Selatan, khususnya sub kawasan Melanesia. Hal ini ditunjukkan dengan pengajuan keanggotaan Indonesia pada Melanesian Spearhead Group (MSG) tahun 2011. Indonesia telah ditetapkan sebagai associate member sejak Juni 2015, setelah sebelumnya ditetapkan sebagai observer pada Maret 2011. Hal ini menimbulkan pertanyaan apa kepentingan strategis Indonesia mengajukan keanggotaan pada Melanesian Spearhead Group. Penulis menggunakan neo-liberalisme institusional serta konsep politik luar negeri dan diplomasi Indonesia untuk menjawab pertanyan penelitian tersebut. Dalam tulisan ini, penulis berpendapat bahwa pengajuan keanggotaan Indonesia pada MSG merepresentasikan neo-liberal institusional dalam Politik Luar Negeri Indonesia yang diwujudkan melalui ecumenical diplomacy dan look east diplomacy yang merupakan ajang untuk dapat mempengaruhi kebijakan terkait kepentingannya di Papua Barat dengan tidak mengesampingkan kepentingan anggota MSG dalam aspek lain. Hal ini dipicu oleh kecenderungan Melanesian Spearhead Group yang digunakan oleh kelompok Melanesia, ULMWP dari Indonesia dan FLNKS dari Kaledonia Baru, untuk menggalang dukungan mencapai kemerdekaan.
Nowadays, Indonesia started to pay attention to the South Pacific region, particularly in the Melanesian sub-region. This is demonstrated by Indonesia membership on the Melanesian Spearhead Group (MSG) in 2011. Indonesian has been accepted as an associate member since June 2015, having previously assigned as an observer in March 2011. This raises the question of what is the strategic interest of Indonesia membership bid on Melanesian Spearhead Group. The author used neo-liberal institutionalism and the concept of Indonesian foreign policy and diplomacy to answer the research question. In this paper, the author argued that the submission of Indonesia’s membership on MSG reflected neo-liberal institusionalism of Indonesian Foreign Policy, embodied by the ecumenical diplomacy and look east diplomacy, which are objected to be able to influence policy related to its interest in West Papua without ignoring the interest of the member of MSG in other aspects, and this is triggered by the tendency of The Melanesian Spearhead Group which is used by groups of Melanesia, ULMWP of Indonesia and FLNKS of New Caledonia, to mobilize support for independence.
Kata Kunci : Indonesia, keanggotaan, Melanesian Spearhead Group (MSG), Neo-liberal institusional, konsep politik luar negeri dan diplomasi Indonesia, ecumenical diplomacy, look east diplomacy.