Laporkan Masalah

KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PASCAKONFLIK DI KELURAHAN NUNU DAN TAVANJUKA, KECAMATAN TATANGA, SULAWESI TENGAH

OLISIA DENINTHA DAMAYANTI, Dr. Abdur Rofi', M.Si.

2017 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peristiwa konflik yang telah berlangsung sejak tahun 1960an hingga puncaknya pada tahun 2012. Umumnya konflik terjadi pada masyarakat yang bersifat heterogen. Namun, penduduk yang berkonflik di Kelurahan Tavanjuka dan Nunu merupakan penduduk yang memiliki karakteristik yang sama seperti agama sama, suku sama, dan bahasa sama (homogen). Perlu dilakukan kajian mengenai penyebab-penyebab terjadinya konflik. Selain itu, dampak pasca konflik terhadap kehidupan sosial dan ekonomi membuat masyarakat menerapkan suatu strategi untuk dapat menjalankan kehidupan seperti sedia kala. Penelitian ini betujuan untuk 1) Menjelaskan penyebab konflik di Kelurahan Tavanjuka dan Nunu 2) Menganalisis dampak pasca konflik terhadap sosial dan ekonomi 3) Menemukan strategi penghidupan masyarakat pasca konflik di Kelurahan Tavanjuka dan Nunu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan penyebab konflik di Kelurahan Tavanjuka dan Nunu disebabkan faktor sosial, ekonomi dan geografi. Dampak konflik mempengaruhi kondisi psikologi seperti trauma, kondisi sosial yang negatif seperti perubahan aktifitas penduduk dan perubahan sistem kekerabatan, sedangkan kondisi sosial bersifat positif yaitu munculnya lapangan pekerjaan untuk mengurangi jumlah pengangguran dan bantuan dari pemerintah. Dampak terkahir adalah ekonomi berupa perubahan penghasilan sebelum dan sesudah konflik, kerusakan rumah akibat konflik, dan kerugian yang dialami pascakonflik. Strategi penghidupan yang dilakukan penduduk pasca konflik di Kelurahan Tavanjuka dan Nunu yaitu strategi survival sebesar 19,4% di Kelurahan Tavanjuka dan 29% di Kelurahan Nunu, Konsolidasi sebesar 80,6% di Kelurahan Tavanjuka dan 54,8% di Kelurahan Nunu, dan Akumulasi sebesar 16,1% di Kelurahan Nunu.

This study is motivated by the events of the conflict has lasted since the 1960s to 2012. A conflict usually occurs on a heterogeneous society. However, the research area in Tavanjuka and Nunu is homogeneous. So, there should be a study on the causes of conflict. In addition, the post-conflict impact on social and economic makes people implement a strategy to be able to survive. This study would like to find out 1) The causes of conflict in Tavanjuka and Nunu 2) To analyze the impact of the post-conflict social and economic 3) Finding the liveliood strategies of post-conflict societies in Tavanjuka and Nunu. Post-conflict socio-economic condition was used qualitative and quantitative methods. The findings of this study is the causes of conflict due to social, econics, and geography factors. The impact of conflict afecting psychological condition such as trauma, negative social conditions such as changes in population activities and kinship system changes, while positive social conditions of the emergence of jobs to reduce unemployment and help from the government. The last is the economic impact in the form of changes in income before and after the conflict, damage to homes due to conflict and post-conflict losses. Livelihood strategies undertaken post-conflict population in Sub Tavanjuka and Nunu the strategy of survival of 19.4% in Sub Tavanjuka and 29% in Sub Nunu, Consolidated 80.6% in Sub Tavanjuka and 54.8% in the Village Nunu, and Accumulation 16.1% in Sub Nunu

Kata Kunci : Konflik, Dampak Konflik, Strategi Penghidupan

  1. S1-2017-330823-abstract.pdf  
  2. S1-2017-330823-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-330823-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-330823-title.pdf