Laporkan Masalah

Taktik Perempuan Untuk Menaklukkan Beban Ganda (Studi Kasus Terhadap Tiga Perempuan yang Bekerja Setelah Menikah untuk Menegosiasikan Tugas Domestiknya dalam Rumah Tangga di Yogyakarta)

FANNY NADIA FITRIANA, Dr. Suzie Handajani, M. A.

2017 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

INTISARI Bekerja merupakan aktivitas di ranah publik yang banyak diminati oleh perempuan-perempuan modern saat ini. Akan tetapi masalah akan kesetaraan gender yang telah didenggung-denggungkan oleh masyarakat luas saat ini tidak berhenti disini. Dengan bekerjanya perempuan di ranah publik, selain memberikan dampak positif seperti telah mengaburnya stereotype pada perempuan bahwa perempuan sebagai penduduk kelas dua setelah laki-laki, juga akan menimbulkan dampak negatif. Salah satunya adalah bertambahnya peran perempuan itu sendiri di dalam rumah tangganya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat negosiasi perempuan bekerja terhadap pekerjaan domestik di dalam rumah tangganya. Penelitian ini dimulai pada Oktober tahun 2015 hingga November 2016 yang dilakukan di Yogyakarta terhadap tiga perempuan berusia antara 25 hingga 50 tahun yang semuanya bekerja sekaligus telah menikah minimal 5 tahun serta memiliki anak. Selain itu, ketiga perempuan ini mengenyam pendidikan yang tinggi yakni minimal strata 1 (S1). Penelitian ini dalam prosesnya menggunakan metode kualitatif etnografi, teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara mendalam sekaligus terlibat langsung dalam kegiatan sehari-hari ketiga perempuan. Dengan begitu dapat diketahui keluhan terselubung yang perempuan rasakan terhadap tantangannya dalam rumah tangga. Hasil studi menunjukan bahwa pekerjaan domestik masih menjadi tantangan terbesar dalam rumah tangga bagi perempuan yang bekerja.Tantangan tersebut dapat diselesaikan dengan cara bernegosiasi. Negosiasi ini dapat ditempuh dengan dua cara yaitu perilaku dan juga perubahan sudut pandang para istri dalam menghadapi suatu tantangan. Dalam hal perilaku ketiga perempuan tersebut menunjukkan hal yang dianggapnya sebagai bentuk kompensasi untuk menyetarakan posisi mereka dengan suami. Selain itu perempuan juga menunjukkan perubahan cara berpikir mereka ketika tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan dengan tindakan. ketiga perempuan mengubah pandangan mereka dengan mendamaikan dan melihat sisi positifnya dari tantangan tersebut. Hal tersebut mereka lakukan agar dapat mengurangi beban gandanya sehingga dirinya merasa adil gender.

ABSTRACT Work is an activity in the public sphere that is much interested by modern women today. But gender equality issues that have been discussed by the public at this time does not stop here. With the workings of women in public life have a positive impact, such as the blurring of stereotypes on women that women as second-class citizens after the men, but it also raises negative impact. One of them is the increasing role of women them selves in the household. According to the writer, to reach the point of gender equality, it takes the gender equity that exists among family members. The purpose of this study is to see negotiations on working women against domestic jobs in the household. This research has start from October 2015 until November 2016 in Yogyakarta to three women aged between 25 and 50 years that are all working at the same time has been married at least 5 years and has a child. In addition, these three women have minimal education, which isundergraduate. This study uses a qualitative ethnographic methods, data collection techniques performed by in-depth interviews, as well as directly involved in the daily activities of the three women. Thus it can be seen that is a veiled complaints, that the women feel for the challenge in the household. The study results showed that women's work has its greatest challenges in the household which is domestic jobs. These challenges can be resolved by negotiation. Negotiations can be realized by women by not only share responsibility for domestic jobs with her husband, but also by change their point of view. All three women were doing what she considered as compensation to equalize the position of their husbands. They do this in order to reduce the burden of double so that she feels is fair gender.

Kata Kunci : Perempuan bekerja,negosiasi,kerja domestik,rumah tangga

  1. S1-2017-318308-abstract.pdf  
  2. S1-2017-318308-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-318308-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-318308-title.pdf