PENGARUH LAMA PERIODE ISTIRAHAT TERHADAP KINERJA INDUK KELINCI REX
ANNA ROFIQO SALEH, Panjono, S.Pt. MP., Ph.D.; Dr. Ir. Sigit Bintara, M.Si.
2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama periode istirahat terhadap kinerja induk kelinci Rex. Sepuluh ekor induk kelinci bunting dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan istirahat. Kelompok kontrol dikawinkan langsung setelah menyapih, sedangkan kelompok istirahat diberi istirahat selama dua minggu setelah menyapih sebelum dikawinkan. Perkawinan dilakukan selama dua minggu, kemudian induk dipindahkan ke kandang individu dan ditunggu hingga beranak. Selama pemeliharaan pakan yang diberikan berupa jerami kacang tanah dan pelet AD 2 secara adlibitum. Data kinerja induk antar kelompok dianalisis menggunakan Independent sample T-test. Pertambahan bobot badan induk kelinci pada hari ke 29 – 42 kelompok kontrol dan istirahat masing-masing adalah -2,13 dan 7,93 g/hari (Tabel 3). Pertambahan bobot badan kelompok kontrol berbeda tidak nyata dengan kelompok istirahat. Perubahan jumlah anak sekelahiran (litter size), bobot lahir, total bobot lahir, bobot sapih, total bobot sapih, dan mortalitas pada kelompok kontrol dan istirahat berturut-turut masing-masing adalah -0,40 dan 1,40 ekor, -1,20 dan 1,07 g/ekor, -96,20 dan 90,00 g, -18,40 dan -25,75 g/ekor, -76,40 dan 361,40 g, 14,67 dan -0,67%. Perubahan tersebut menunjukkan perbedaan yang tidak nyata antara kelompok kontrol dengan kelompok istirahat (Tabel 4), sedangkan perubahan total bobot lahir kelompok istirahat lebih tinggi (P<0,05) daripada kelompok kontrol. Interval kelahiran dan indeks reproduksi induk kelompok kontrol dan istirahat masing-masing adalah 94,80 dan 102,8 hari; 13,06 dan 13,58 ekor/induk/tahun. Interval kelahiran dan indeks reproduksi induk kelompok kontrol berbeda tidak nyata dengan kelompok istirahat. Disimpulkan bahwa perlakuan dengan memberikan periode istirahat selama dua minggu sebelum dikawinkan dapat meningkatkan total bobot lahir, tetapi belum berpengaruh terhadap induk kelinci Rex secara keseluruhan.
This study was conducted to observe the effect of resting period on does performance of Rex rabbit. Ten heads of Rex rabbit does were divided into two groups, i.e. control and resting groups. The control group were mated after weaning, while the resting group were given rest for two weeks after weaning prior to mating. Does were mated for four weeks, and then doe was moved to individual cages and waiting until parturation. The feedstuff used during the maintenance were peanut straw and pellet AD 2 which were given adlibitum. The data doe performance was analyzed using Independent Sample T-test. Average daily gain for days 29 – 42 on the control and resting groups were -2,13 and 7,93 g/day (Tabel 3). There were no significant differences between control group with resting group. The change of litter size, birth weight, wean weight, litter wean weight, and mortality on the control and resting groups were -0,40 and 1,40 heads, -1,20 and 1,07 g/head, -96,20 and 90,00 g, -18,40 and -25,75 g/head, -76,40 and 361,40 g, 14,67 and -0,67%. There were no significant differences between both groups (Tabel 7), while the change of litter birth weight on the resting group was higher (P<0,05) than control group. Kindling interval and doe reproduction index of control and resting groups were 94,80 dan 102,8 days; 13,06 dan 13,58 head/doe/year. There were no significant differences between both groups. It is concluded that resting period for two weeks before mated can increase litter birth weight, but doesn’t affect to does performance of Rex rabbit. (Key words: Rex rabbit, Does performance, Resting period)
Kata Kunci : (Kata kunci: Kelinci Rex, kinerja induk, periode istirahat)