Pengaruh Konsentrasi Air Rebusan Kulit Kentang (Solanum tuberosum L.) Terhadap Adhesi Bakteri Streptococcus mutans (Kajian In Vitro)
DIAN AYU PERMATASARI, drg. Ivan Arie Wahyudi, M.Kes., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN GIGIStreptococcus mutans (S. mutans) merupakan bakteri utama penyebab karies. Perlekatan bakteri S. mutans pada permukaan gigi terjadi melalui ikatan spesifik antara adhesin yang terdapat pada permukaan sel bakteri dengan reseptor yang terdapat pada pelikel. Perlekatan bakteri tersebut merupakan langkah awal terjadinya kolonisasi bakteri dan pembentukan plak yang dapat memicu terjadinya karies. Pembentukan plak dapat dicegah dengan menghambat perlekatan bakteri. Senyawa aktif yang terdapat pada kulit kentang (Solanum tuberosum L.) seperti senyawa asam klorogenat dan antosianin berpotensi menghambat perlekatan bakteri S. mutans. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi air rebusan kulit kentang terhadap adhesi bakteri S. mutans. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan air rebusan kulit kentang 5 %, 10 %, 20%, akuades sebagai kontrol negatif dan klorheksidin glukonat 0,12 % sebagai kontrol positif. Sebanyak 100 µl bakteri S. mutans ditambahkan ke dalam setiap tabung perlakuan dan diinkubasi selama 18 jam pada suhu 37 oC dengan kemiringan tabung reaksi 30o. Adhesi bakteri akan diukur dengan menggunakan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 600 nm untuk melihat nilai densitas optik. Hasil analisis data menggunakan Anova satu jalur menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada kelompok perlakuan (p<0,05) dan uji LSD memperlihatkan adanya perbedaan rerata yang bermakna antar semua kelompok perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsentrasi air rebusan kulit kentang (Solanum tuberosum L.) berpengaruh terhadap adhesi bakteri S. mutans dan konsentrasi air rebusan 20 % merupakan konsentrasi optimum untuk menghambat perlekatan bakteri S. mutans.
Streptococcus mutans (S. mutans) is the main bacterial that cause caries. Adherence of S. mutans on tooth surface was occurred through specific binding between adhesin on the bacterial cell surface with receptor in the pellicle. Adhesion of bacterial is the first step of bacterial colonization and the formation of plaque that can lead caries. The formation of plaque can be prevented by inhibiting the bacterial adhesions. The active compounds in the potato peels (Solanum tuberosum L.), such as chlorogenic acid and anthocyanin compounds have potential to inhibit the adhesion of S. mutans. The purpose of this study was to determine the effect of potato peel's water decoction's concentration against adhesion of S. mutans. This study was conducted by using 5 %, 10 %, and 20 % potato peel's water decoction distilled water as a negative control and 0.12% chlorhexidine gluconate as a positive control. One hundred microliters of S. mutans bacterial added to the whole tubes and incubated for 18 hours in 37 oC with angulation of 30o. Adhesion of bacterial measured using a spectrophotometer at 600 nm wavelength to see the value of optical density. The results of data analysis using one way Anova showed a significant difference in the treatment group (p <0.05) and LSD test showed significant mean difference between all the treatment group. The conclusion of this study is the concentration of potato peel's water decoction (Solanum tuberosum L.) influence the adhesion of S. mutans and the concentration 20 % of potato peel's water decoction is the optimum concentration to inhibit the adhesion of S. mutans.
Kata Kunci : Adhesi, S. mutans, karies, air rebusan kulit kentang