Laporkan Masalah

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA YANG MENDERITA HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUSE/ AQCUIRED IMMUNO DEFICIENCY SYNDROME (HIV/AIDS) DI YOGYAKARTA

TYAS ADI ARUM MURWAN, Akhmadi, S.Kp., M.Kes., M.Kep., Sp.Kep.Kom. ; Dwi Harjanto, S.Kp., M.Sc.

2017 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

INTISARI Latar Belakang: Angka kejadian HIV/AIDS pada setiap kelompok usia semakin bertambah setiap tahunnya. Remaja merupakan salah satu kelompok usia dengan jumlah kasus HIV/AIDS yang tinggi. Remaja HIV/AIDS kerap mendapatkan diskriminasi dari lingkungan sekitar termasuk keluarganya. Diskriminasi yang dialami berdampak pada penurunan kesehatan fisik dan mental, kesepian, dan perilaku interaksi sosial. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan interaksi sosial pada remaja yang menderita (HIV/AIDS) di Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah non-experimental dengan pendekatan deskriptif analitik korelasional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian dilakukan di LSM Victory Plus pada bulan Mei-Juni 2016. Subjek penelitian adalah 32 orang remaja HIV/AIDS berusia 15-24 tahun. Pemilihan subjek menggunakan metode purposive sampling. Pengukuran dukungan keluarga menggunakan instrumen yang disusun berdasarkan teori House dan pengukuran interaksi sosial menggunakan instrumen yang disusun berdasarkan teori Soekanto. Analisis data menggunakan uji Pearson product moment. Hasil: Sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga non-supportif (90,6%) sementara itu hanya (18,7%) responden yang memiliki interaksi sosial positif. Hasil analisis bivariat terhadap dukungan keluarga dengan interaksi sosial pada remaja yang menderita HIV/AIDS menunjukkan adanya hubungan dengan arah positif yang kuat (p< 0,000, r= 0,704). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang kuat antara dukungan keluarga dengan interaksi sosial pada remaja HIV/AIDS di Yogyakarta. Kata kunci: remaja, HIV/AIDS, dukungan keluarga, interaksi sosial

ABSTRACT Background: The HIV/AIDS case number at the age level increased every years. Adolescents was one of the age group in high number of the HIV/AIDS case. Adolescents with HIV/AIDS often being discriminated by the neighborhood and even their family. The discrimination causing mental & physical health to worsen, loneliness, and social interaction behaviour. Objective: To know the association between family support with social interaction in adolescents with HIV/AIDS in Yogyakarta. Methods: This research was non-experimental study with corellation descriptive analytic approach. The design of the research was cross sectional. Research was conducted in LSM Victory Plus on May-June 2016. The subject of the research are 32 adolescents with HIV/AIDS from 15-24 years old. The technic sampling of the research was purposive sampling. The measurement of the family support using instrument which arrange based on House theory and the measurement of social interaction using instrument which arrange based on Soekanto theory. The data analysis using Pearson Product Moment test. Results: Most of the respondents get non-supportif family support (90,6%) meanwhile only (18,7%) respondents who has positive social interaction. The bivariate analysis to the relation of family support with social interaction in adolescents with HIV/AIDS showed there was strong positive relation (p<0,000,r=0,704) Conslusion: There is strong relation of family support with social interaction in adolescents with HIV/AIDS in Yogyakarta Keywords: adolescence, HIV/AIDS, family support, social interaction

Kata Kunci : remaja, HIV/AIDS, dukungan keluarga, interaksi sosial

  1. S1-2017-317212-abstract.pdf  
  2. S1-2017-317212-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-317212-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-317212-title.pdf