GAMBARAN PERKEMBANGAN BALITA YANG MEMPEROLEH KONSELING KADER SATU TAHUN PASCAPELATIHAN CARE FOR CHILD DEVELOPMENT (CCD) DI YOGYAKARTA
IKA KARTIKA SARI, Dr.Fitri Haryanti, SKp., M.Kes;Purwanta, SKp., M.Kes
2017 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang:lebih dari 200 juta anak di dunia tidak mampu mencapai perkembangan optimal di usia 5 tahun pertama. Hal tersebut terjadi akibat dari kemiskinan, pelayanan kesehatan yang masih buruk, nutrisi yang buruk, dan stimulasi psikososial yang kurang. Pelatihan CCD (Care for Child Development) kepada kader merupakan salah satu solusi pemecahan masalahnya. Sehingga kader mampu memberikan konseling secara berkelanjutan kepada pengasuh terkait masalah-masalah yang muncul dan cara penyelesaianya. Tujuan Penelitian: mengetahui gambaran konseling kader dan perkembangan balita yang mendapatkan konseling kader satu tahun setelah pelatihan CCD. Metode: penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif dengan rancangan cross-sectional.Pengambilan sample dilakukan dengan caratotal sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Subjek dari penelitian ini adalah 10 kader dan 35 balita usia 18-72 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Analisis data secara univariat adalah perkembangan balita dan karakteristik balita seperti umur yang berupa data numerik dengan menghitung mean, standar deviasi, nilai minimum dan maksimum. Data wawancara tidak terstruktur diuraikan dalam bentuk narasi. Hasil: konseling kader terkait CCD tidak berkelanjutan dalam satu tahun ini. Terdapat 17,14% balita dalam status suspek gangguan perkembangandan 82,86% balita dalam status normal. Kesimpulan: kader yang memperoleh pelatihan CCDsatu tahun yang lalu tidak melakukan konseling perkembangan secara rutin kepada pengasuh balita. Status perkembangan balita dengan suspek gangguan perkembangan masih cukup tinggi.
Background:More than 200 million children around the world could not reach optimum development within the first 5 years of life. It occurred as the result of poverty, inadequate health services, poor nutrition, and lack of psychosocial stimulation. In dealing with such problem, Care for Child Development (CCD) training to cadres is one of the solutions, so that cadres capable to provide sustainable counseling towards caregivers linked to problems arise and way to resolve. Purpose: To investigate of counseling provided by cadres related to CCD and children development after cadre’s counseling whom joined the CCD training a year ago. Methods:This was a non-experimental study using descriptive approach with cross-sectional design. Subjects of this study were 10 cadres and 35 children of 18 – 72 months of age in the Mantrijeron Public Health center services area, Yogyakarta City. Univariate data analysis was developmental status in the form of numerical data by presenting the mean, standard deviation, and minimum and maximum value. Data of unstructured interview was presented in narrative form. Results:Cadre’s counseling related to CCD was not sustainable during the last one year. There were 17,14% children who had been suspected as developmentally delayed and 82,86% children who had normal development. Conclusion:Cadres who joined CCD training a year ago did not conduct counseling continuously to the caregivers. The percentage of children who were suspected as developmentally delayed were still high.
Kata Kunci : konseling kader, perkembangan balita