PERBEDAAN EDTA 17% DAN ASAM MALEAT 7% SEBAGAI BAHAN IRIGASI AKHIR DENGAN TEKNIK SONIC DAN PASSIVE ULTRASONIC TERHADAP KEBERSIHAN SEPERTIGA APIKAL PERMUKAAN SALURAN AKAR
PRISCA BERNADETI SW, drg. Wignyo Hadriyanto, MS., SpKG(K); Dr. drg. Ema Mulyawati, MS., SpKG(K)
2016 | Tesis-Spesialis | SP ILMU KONSERVASI GIGIEfektivitas irigasi bergantung pada aksi mekanis pembilasan irigasi dan kemampuan kimiawi bahan irigasi untuk membersihkan dinding saluran akar. Area sepertiga apikal saluran akar merupakan bagian tersulit untuk dibersihkan karena dimensinya yang sempit, sehingga dapat menghambat penetrasi larutan irigasi secara efektif, sehingga dibutuhkan teknik irigasi dan larutan irigasi yang efektif untuk membersihkan permukaan sepertiga apikal saluran akar. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kebersihan sepertiga apikal permukaan saluran akar antara saluran akar yang diirigasi akhir dengan EDTA 17% dan asam maleat 7% dengan teknik irigasi sonic dan passive ultrasonic. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Tiga puluh gigi premolar mandibular dibagi menjadi 3 kelompok yaitu I dilakukan irigasi dengan teknik manual menggunakan syringe, II dilakukan irigasi dengan menggunakan EndoActivator, dan III dilakukan irigasi dengan menggunakan Passive ultrasonic irrigation. Selanjutnya masing-masing kelompok tersebut dibagi lagi menjadi 2 kelompok kecil yaitu IA, IB, IIA, IIB, IIIA, dan IIIB. Kelompok IA, IIA, dan IIIA diirigasi dengan EDTA 17%. Kelompok IB, IIB, dan IIIB diirigasi dengan asam maleat 7%. Tiap spesimen diirigasi dengan teknik dan larutan irigasi yang sesuai dengan kelompoknya kemudian dibelah menjadi dua dengan arah bukal-lingual. Area sepertiga apikal saluran akar diamati kebersihannya dengan Scanning Electron Microscope perbesaran 2000 kali untuk melihat smear layer. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney (α = 0,05). Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney diketahui terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) kebersihan sepertiga apikal permukaan saluran akar antara saluran akar yang diirigasi akhir dengan teknik irigasi manual, sonic, passive ultrasonic dan ada perbedaan kebersihan sepertiga apikal permukaan saluran akar antara saluran akar yang diirigasi akhir bahan EDTA 17% dengan asam maleat 7%. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa: (1) Irigasi menggunakan teknik sonic (Endoactivator) merupakan teknik irigasi yang menghasilkan permukaan saluran akar pada sepertiga apikal yang lebih bersih dibandingkan dengan dengan Passive Ultrasonic dan teknik irigasi manual; (2) Bahan irigasi Asam maleat 7% memiliki kemampuan yang lebih baik daripada EDTA 17% dalam membersihkan sepertiga apikal permukaan saluran akar; (3) Tingkat kebersihan sepertiga apikal permukaan saluran akar yang paling bersih adalah pada perlakuan irigasi menggunakan teknik sonic (Endoactivator) dan asam maleat 7%, disusul dengan Passive Ultrasonic dan asam maleat 7%.
The effectiveness of irrigation depends on mechanical flushing action and chemical ability of irrigation solutions to clean the canal walls. Apical third area of the root canal is the hardest part to be cleaned because of the narrow dimension that tends to inhibit penetration of irrigation solutions effectively, therefore it requires effective irrigation techniques and irrigation solutions for cleaning the surface of the apical third of the root canal. This study aims to compare the cleanliness of the apical third of root canal surface using EDTA 17% and 7% maleic acid combined with sonic and passive ultrasonic irrigation techniques. This study is a laboratory experimental research. Thirty mandibular premolars were divided into 3 groups: I was irrigated with manual technique using a syringe, II was irrigated using EndoActivator, and III was irrigated using passive ultrasonic irrigation. Furthermore, each of these groups was divided into two small groups: IA, IB, IIA, IIB, IIIA, and IIIB. Group IA, IIA, and IIIA were irrigated with 17% EDTA. Group IB, IIB, and IIIB were irrigated with 7% maleic acid. Each tooth was irrigated with irrigation techniques and solutions accordingly. Each tooth was then dissected in buccolingual direction. Cleanliness of the apical third area of root canal was observed by Scanning Electron Microscope with 2,000 times magnification to see the smear layer. Data was analyzed using Kruskal-Wallis test, followed by Mann-Whitney test (α = 0.05). Based on the results of Kruskal-Wallis and Mann-Whitney test, it is known that there are significant differences (p <0.05) of cleanliness on the apical third of root canal surface between the irrigation techniques: manual, sonic, and passive ultrasonic. There are also differences in the apical third cleanliness between final irrigation solutions: 17% EDTA with 7% maleic acid. Based on this results, it can be concluded that: (1) Irrigation using sonic techniques (Endoactivator) is an irrigation technique that produces cleaner apical third surface of root canal compared to the Passive Ultrasonic and manual irrigation techniques; (2) Irrigation solution 7% maleic acid has better ability than 17% EDTA in cleaning apical third surface of the root canal; (3) The level of cleanliness on the apical third surface of root canal is highest in the combination between sonic techniques (Endoactivator) and 7% maleic acid, followed by Passive Ultrasonic and 7% maleic acid.
Kata Kunci : EDTA 17%, asam maleat 7%, irigasi, sonic, passive ultrasonic, smear layer, 17% EDTA, 7% maleic acid, irrigation, sonic, passive ultrasonic, smear layer