Laporkan Masalah

PENGARUH pHDAN KONSENTRASI GLUTARALDEHID SEBAGAI BAHAN DISINFEKTAN INSTRUMENPREPARASI SALURAN AKAR TERHADAPDAYA ANTIBAKTERI PADA Bacillus subtilis

PUTU MARIATI KAMAN D, drg. R. Tri Endro Untara, M.Kes, Sp.KG

2017 | Tesis-Spesialis | SP ILMU KONSERVASI GIGI

Glutaraldehid merupakan disinfektan tingkat tinggi alternatif untuk mensterilkan file NiTi secara kimiawi. Pada pH asam, netral dan basa, polimer yang terbentuk berbeda sehingga mempengaruhi jumlah aldehid yang berperan penting dalam membunuh bakteri. Glutaraldehid dengan konsentrasi 2% dapat menyebabkan efek samping pada operator. Oleh karena itu, dikembangkan glutaraldehid dengan konsentrasi 1% dan 1,5% untuk meminimalisir efek samping yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pH dan konsentrasi glutaraldehid sebagai bahan disinfektan instrumen preparasi saluran akar terhadap daya antibakteri pada B. subtilis. Enampuluh File NiTi dengan ukuran 25 yang telah disterilkan, dibagi menjadi 9 kelompok uji dan 1 kontrol dan diberi kontaminan bakteri B.Subtilis. Masing-masing kelompok uji dan kelompok kontrol terdiri dari 6 sampel. Sembilan kelompok uji dipaparkan dengan glutaraldehid dengan konsentrasi 1%, 1,5%, dan 2% dan pH 5,7 dan 9 lalu file tersebut dimasukkan ke dalam larutan PBS dan diinokulasi ke dalam media agar BHI serta diinkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam kemudian dilakukan penghitungan jumlah koloni bakteri. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA dua jalur (�± = 0,05) dan uji Tukey. Berdasarkan hasil uji ANAVA dua jalur diketahui bahwa terdapat pengaruh pH dan konsentrasi terhadap daya antibakteri pada B. Subtilis serta terdapat interaksi antara pH dan konsentrasi terhadap daya antibakteri pada B. subtilis. Glutaraldehid pH 7 memiliki daya antibakteri lebih baik dibandingkan glutaraldehid pH 9 dan pH 5 terhadap B. subtilis. Konsentrasi 1%, 1,5% dan 2% pada glutaraldehid pH 5 dan 7 memiliki daya antibakteri yang sama tetapi pada pH 9, konsentrasi 2% dan 1,5% lebih baik dibandingkan glutaraldehid dengan konsentrasi 1%. Peningkatan konsentrasi sebesar 2% pada glutaraldehid dengan pH 5 dan pH 9 dapat meningkatkan daya antibakteri terhadap B. subtilis.

Glutaraldehyde is a high-level disinfectant and becomes an alternative disinfectant to sterilize NiTi files. Acidic, neutral and alkaline pH has different polymer form and aldehyde. Thus affecting the antibacterial activity of glutaraldehyde. 2% Glutaraldehyde is effective in killing vegetative bacteria but can cause adverse effects on the operator. Therefore, glutaraldehyde with concentration of 1% and 1.5% was developed. The purpose of this study was to determine the effect of pH and concentration of the glutaraldehyde as a root canal preparation instruments disinfectant to the antibacterial activity in B. subtilis. Sterilized 60 NiTi files with size 25 divided into 9 treatment group and one control group. Each group consist of 6 samples. The 9 group were exposed to glutaraldehyde with concentration of 1%, 1,5% and 2% and a pH of 5,7 and 9. Then the files are put into PBS solution and inoculated into BHI agar medium and incubated at 37 �° C for 24 hours. The bacteria colonies was count afterwards. The data were analyzed with two ways ANOVA (�± = 0.05) and Tukey test. According to the result, there are influences of pH and concentration to the antibacterial activity of the B. subtilis and there is interaction between pH and concentration to the antibacterial activity in B. subtilis. Glutaraldehyde pH 7 has better antibacterial activity than glutaraldehyde pH 9 and pH 5. Glutaraldehyde with 1%, 1.5% and 2% concentration at pH 5 and pH 7 have the same antibacterial activity but at pH 9, concentration of 2% and 1,5% are better than 1% glutaraldehyde. Increasing the concentrations about 2% at pH 5 and pH 9 may increase the antibacterial activity against B. subtilis.

Kata Kunci : pH, konsentrasi, glutaraldehid, disinfektan, instrumen preparasi saluran akar, daya antibakteri, Bacillus subtilis, pH, concentration, glutaraldehyde, disinfectant, root canal preparation instrument, antibacterial activity, B. subtilis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.