Laporkan Masalah

Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Peternak Sapi Perah (Studi Deskriptif Proses Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Glagah I di Desa Glagah, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten)

ANGGITA PUTRI, Dra. Agnes Sunartiningsih, MS.

2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan proses pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Glagah I yang dimulai tahun 2012. Penelitian ini mendeskripsikan proses pemberdayaan mulai dari tahap penyadaran, pengkapasitasan, hingga tahap pemberdayaan menuju kemandirian serta kendala yang dihadapi kelompok. Pemberdayaan dilakukan karena adanya ketidakberdayaan yang dihadapi masyarakat dan adanya potensi yng dapat dikembangkan oleh masyarakat. Harga susu yang stagnan sedangkan harga pakan yang terus melambung membuat peternak cenderung merugi, utamanya peternakan rakyat yang jumlah sapinya sedikit. Dari permasalahan tersebut, adanya potensi sapi perah yang dapat dimanfaatkan untuk menambah nilai jual dan manfaat dari sapi perah ataupun hasil dari sapi perah tersebut yaitu susu. Salah satu program pemberdayaannya yaitu melibatkan wanita tani untuk mengolah hasil susu tersebut. Penelitian ini difokuskan pada KWT Glagah I yang telah melalui tahapan proses pemberdayaan sejak tahun 2012. Lokasi penelitian berada di Dusun Karangsalam, Desa Glagah, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Tujuan substansial dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemberdayaan pada KWT peternak sapi perah Glagah I, Desa Glagah, Kecamatan Jatinom. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisi data diperoleh dari beberapa informan yang dipilih secara purposive. Sedangkan ujikredibilitas berupa ketekunan pengamatan, triangulasi, dan referensi yang mendukung sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemberdayaan yang dilakukan pada kelompok wanita tani Glagah I berawal dari program bimbingan teknis pengembangan agroindustri yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia tahun 2012. Bimbingan teknis tersebut mencakup tahap penyadaran dan pengakapasitasan pada KWT Glagah I. Kesadaran anggota meningkat seiring meningkatnya kapasitas anggota melalui berbagai pelatihan yang diikuti. Namun hanya pengurus yang mengikuti pelatihan tambahan dan minimnya dalam transfer ketrampilan sehingga menciptakan eksklusifitas dalam kelompok. Hal ini juga mempengaruhi pasrtisipasi anggota sehingga banyak anggota yang keluar. Pemberian kapasitas pada individu secara keseluruhan sudah baik, kapasitas organisasi dan nilai pada KWT Glagah I masih kurang dan belum optimal. Tahap pemberdayaan KWT Glagah I masih dilakukan mengingat kelompok belum dikatakan bisa berdaya. Hal ini dikarenakan ketiadaan pendamping setelah pelatihan yang membuat kelompok sulit memasarkan hasil sehingga kelompok vakum untuk sementara. Pendamping baru hadir pada pertengahan 2014. Kendala yang ada adalah sumber daya manusia yang terbatas, mobilitas yang terbatas, kurangnya inovasi, dan kurangnya jiwa kewirausahaan. Kata kunci: proses pemberdayaan, kelompok wanita tani, peternak sapi perah

This research aims to elaborate the empowerment process of female dairy group of Glagah 1 which was begun in 2012. It describes its process since its realization, capacity building until its empowerment to the independency and challenge phases. The empowerment process was done because of the inability of people and the potency which can be developed. The stagnan price of dairy milik and the inreasing price of cattle food makes dairy farmers tend to get loss, especially the low scale of dairy farm. Based on those problems, the potency of dairy cattle that can be useful to add the selling price and benefit of dairy cattle, such as the dairy milk. And one of empowerment programs is to get female dairy farmers involved in organizing the dairy milk. This research is centered on KWT Glagah 1 whih has been done from empowerment process in 2012. The location of research is on Dusun Karangsalam, Glagah village, Jatinon, Klaten, Central Java Province. The substantive purpose of its research is to know about the empowerment process of KWT dairy farmers Glagah 1, Desa Glagah, Kecamatan Jatinom. It uses qualitative method with descriptive approach. The data analysis isfrom purposive selected informants. Meanwhile, the credibility test of dilligent observation, triangulance and supportive reference become steps of checking the data validity. The finding results of it shows that the empowerment process which was done by the female dairy farmers of KWT Glagah 1 came from technical guidance program of agroindustry development which was done by General Directorate of Processing and Marketing of Farming Products, The Ministry of Agriculture of Indonesia Republic in 2012. The technical guidance is including the realization and capacity building phase of KWT Glagah 1. The increasing realization of members of this group is as the same as the increasing of capacity building of members through several trainings. However, there are only some adminnistrative members who join several trainings, but there is minimum level of transferring its skill to other members so that it makes exclusivity in a group. It affects the level of participation until some members finally go out of this group. Generally, the capacity building of majority of individuals is definitely on a good point, but the organization capacity and values on KWT Glagah 1 are still on low level. The empowerment process of KWT Glagah 1 is still done because of the inability of this group. It happens because there is no officer who guides them after several training and the difficult phase of marketing its products. So, the group is temporary inactive. The officer who guided them came in the middle of 2014. The challenges I find here are the limited human resources, thenlimited mobility, the inadequacy of innovation and the low level of entrepreneurship. Keywords: The Empowerment Process, The Farmer Dairy Group, The Dairy Farmers

Kata Kunci : proses pemberdayaan, kelompok wanita tani, peternak sapi perah