Laporkan Masalah

GERAKAN MILITAN ORGANISASI FRONT PEMBELA ISLAM DITINJAU DARI KONSEP KEKUASAAN DAN KEKERASAN HANNAH ARENDT

RAYNALD ALFIAN Y, Dr. Hastanti Widy Nugroho, M. Hum

2017 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFAT

Penelitian ini berjudul Gerakan Militan Organisasi Front Pembela Islam Ditinjau dari Konsep Kekuasaan dan Kekerasan Hannah Arendt. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman mengenai analisis pencapaian kekuasaan oleh organisasi Front Pembela Islam ditinjau melalui konsep kekuasaan dan kekerasan Hannah Arendt. Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni, bagaimana karakter gerakan militan organisasi Front Pembela Islam ? Apa pemikiran Hannah Arendt tentang kekuasaan dan kekerasan? Apa analisis konsep kekuasaan dan kekerasan Hannah Arendt terhadap gerakan militan organisasi Front Pembela Islam ?. Penelitian ini menggunakan jenis kajian kepustakaan. Data diambil dari buku-buku, jurnal, dan karya ilmiah yang berkaitan dengan judul penelitian. Metode yang digunakan adalah refleksi filosofis. Analisis penelitian ini menggunakan unsur metode interpretasi, Heuristika, Verstehen, kesinambungan historis dan Deskripsi. Hasil dari penelitian ini adalah memaknai pencapaian kekuasaan yang dilakukan oleh Front Pembela Islam untuk menegakkan Amar maruf nahi munkar di Indonesia bukan merupakan kekuasaan (power) menurut pandangan Arendt, melainkan kekuatan (strength), paksaan (force) dan kekerasan (violence). Penegakkan Amar maruf nahi munkar oleh Front Pembela Islam secara kaffah pada masyarakat yang memiliki pemahaman agama ataupun penafsiran Amar maruf nahi munkar yang berbeda dengan FPI, merupakan bentuk pemaksaan (force), sedangkan aksi memerangi kedzoliman dan kemungkaran (nahi munkar) oleh Front Pembela Islam melalui jalur non-formal yang diaktualisasikan melalui gerakan penyisiran, razia dan penyerbuan pada tempat-tempat yang menurut Front Pembela Islam menjadi sarang atau sumber kemaksiatan seperti toko miras, kantor majalah dewasa, tempat judi, warung makan, tempat ibadah dan lokalisasi yang seringkali berakhir dengan pengerusakan dan kontak fisik dengan masyarakat, menunjukan penggunaan kekerasan (violence) oleh Front Pembela Islam dalam gerakan militannya menegakkan Amar maruf nahi munkar. Kata Kunci : Militan, Paksaan, Kekerasan, Kekuasaan

This research titled Militant Movement of Islam Defender Front Organization Reviews by Hannah Arendt Concepts of Power and Violence. The issues that was appointed in this research by using Hannah Arendt concepts of Power and Violence assosiated with the militant movement of Front Pembela Islam. The problem of this study namely, how does the characteristics of the militant movement of Front Pembela Islam ? what is concept of power and violence according to Hannah Arendt ? What the analysis of Arendts concept of power and violence against militant movements of Front Pembela Islam?. This research is using bibliography review. The data is taken from many books, journals, and scientific works that associated with the title of the research. This research used philosophical reflection as a research method. The analysis of this research is using interpretation method, Heuristic, Verstehen, Historical continuity and description. The result of this research was an interpretation of the power achievement has done by Islam Defender Front (FPI) to enforce Amar maruf nahi munkar in Indonesia. It is not the power according to Arendts view, but Arendt call it as strength, force and violence. Enforcement Amar maruf nahi munkar by Islam Defender Front with Kaffah way in society which have different religious understanding and perception of Amar maruf nahi munkar between FPI and mostly people is form of the force. The action against immorality and badness (nahi munkar) by Islam Defender Front using non-formal ways actualized through sweeping movement and raid the places which is categorized by Islam Defender Front as the source of immorality such as alcohol store, the adult magazine office, casinos, food stalls, the place of worship and the sex localization. Those raid are often ended by conflict and physical contact with the society, shows the violence used by Islam Defender Front in militant movement to enforce Amar maruf nahi munkar Keywords : Militant, Force, Violence, Power

Kata Kunci : Militan, Paksaan, Kekerasan, Kekuasaan

  1. S1-2017-339814-abstract.pdf  
  2. S1-2017-339814-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-339814-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-339814-title.pdf