Laporkan Masalah

Pengaruh Penggunaan Sludge Biogas Kotoran Ayam dengan Penambahan Tepung Bekicot (Achatina fulica) pada Media Tanam Jamur terhadap Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus florida)

IKA PUSPA WARDANI , Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D.

2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung bekicot pada sludge biogas kotoran ayam dalam media jamur (baglog) serta peningkatan produktivitas jamur tiram putih (pleurotus florida) yang dihasilkan. Sludge biogas kotoran ayam yang telah diambil dalam bak penampungan kemudian dikeringkan dibawah cahaya sinar matahari. Penelitian ini dibagi menjadi empat bagian, yaitu P0, P1, P2, P3 dan setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Kontrol (P0) adalah perlakuan dengan menggunakan dedak sebagai bahan budidaya jamur tiram putih, P1 tepung bekicot (1%); P2 tepung bekicot sebanyak (3%), sedangkan P3 tepung bekicot (5%). Masing-masing perlakuan diuji kimia (kadar air, serat kasar, bahan organik, C-organik, N-total, P-total, K-total, dan C/N rasio). Jumlah mikrobia yang terkandung di dalam media jamur tiram putih diuji dengan uji mikrobiologi. Variabel produktivitas jamur tiram putih meliputi umur panen, berat segar, jumlah tudung, panjang tangkai, diameter tudung jamur. Data dianalisis statistik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dan dilanjutkan dengan Ducan�s new Multiple Range Test (DMRT) untuk data yang berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sludge biogas kotoran ayam dan tepung bekicot 5% (P3) dapat meningkatkan (P<0,01) nutrien dalam media tanam jamur tiram putih, seperti kadar air 60,76%; bahan organik 33,10%; C-total 19,22% dan N total 3,13%; serta dapat meningkatkan jumlah koloni mikrobia dalam media tanam sebesar 1,4 x 109. Penambahan tepung bekicot (1%) pada sludge biogas kotoran ayam mampu meningkatkan jumlah tangkai jamur tiram sebesar 6,56%. Dapat disimpulkan bahwa tepung bekicot pada sludge kotoran ayam berpotensi sebagai bahan pengganti dedak serta meningkatkan nutrien dalam media jamur dan produksi jamur tiram putih.

This research was aimed to the addition snail (A. fulica) flour on the chicken manure biogas sludge in mushroom media (baglog) and increased of white oyster mushroom (Pleurotus florida) productivity. Chicken manure biogas sludge has been taken into biogas tube, then dried under the sunlight. This research was divided into four parts: P0, P1, P2, P3 and each treatment consist of 3 replications. Bran has used for control (P0) as mushroom culture media; P1 of snail flour (1%); P2 of snail flour (3%); while P3 of snail flour (5%). Each treatment was tested with chemical analysis (water content, crude fiber, organic material, C-organic, N-matter, P-matter, K-matter, and the C/N ratio). The number of microbes that contained in oyster mushroom media tested with the microbiological test. The variables of white oyster mushroom productivity such as harvesting period, fresh weight per champignon, number umbrella per cluster, stalk length and diameter of umbrella mushroom. The data obtained were statistically analyzed using one-way Complete Randomized Design (CRD) and followed subsequently by Ducan's New Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the addition of snail flour (5%) on the chicken manure biogas sludge (P3) was increased (P <0.01) nutrient in white oyster mushroom media (water content 60.76%; organic matter 30.10%; C-matter 19.22% and N-matter 3.13%; and the number of microbes colony 1.4 x 109). The addition of snail flour (1%) on the chicken manure biogas sludge was able to accelerate increased the number of oyster mushroom stalks 6.56%. It can be concluded that an addition snail flour on the chicken manure biogas sludge be potentially used as substitute bran and increased nutrients in mushroom media of white oyster mushroom production.

Kata Kunci : sludge biogas kotoran ayam, tepung bekicot dan media tanam jamur tiram putih

  1. S1-2017-331819-abstract.pdf  
  2. S1-2017-331819-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-331819-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-331819-title.pdf