Analisis keuntungan Kupedes dan piutang likuiditas di BRI Unit "X" Kantor Cabang BRI Bantul
SOBANDI, Bandi, Dr.Ir. Irham, MSc
2003 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisBRI Unit, berawal dari Proyek BIMAS, semula lebih banyak melayani pembiayaan sektor pertanian, terutama pengembangan tanaman pangan. Berawal dari Loss Centre, kemudian berkembang menjadi suatu lembaga Profit Centre. Dalam perkembangannya BRI Unit bukan saja melayani usaha sektor Pertanian, tetapi juga membiayai usaha-usaha non Pertanian, bahkan merambah ke para peminjam golongan berpenghasilan tetap. Kredit yang disalurkan kepada masyarakat oleh BRI Unit diberi nama Kupedes. Untuk membiayai Kupedes, BRI Unit harus mennghimpun dana dari masyarakat. Dalam pengumpulan dana masyarakat BRI Unit sangat berhasil, namun dampak dari keberhasilan itu menimbulkan ekses dana yang sangat signifikan. Kelebihan dana tersebut selama ini ditempatkan pada Piutang Likuiditas di Kantor Cabang. Masalah yang akan penulis kaji disini adalah dari sisi bank, apakah ada perbedaan yang signifikan perolehan pendapatan dari Kupedes dibanding dengan perolehan pendapatan dari Piutang Likuiditas ? Hasil analisis atas perolehan pendapatan dari penyaluran dana ke Kupedes dibanding dengan penyaluran ke Piutang Likuiditas ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan. Saran yang penulis rumuskan adalah melakukan ekspansi Kupedes secaralebih intensif, sehingga dana yang dapat ditampung dari masyarakat bisa memberikan keuntungan yang optimal bagi BRI.
In the beginning, BRI Unit, before as Bimas Project, serve loan customer in agriculture sector, especially for development of food plantation and as a loss centre institution. And then, developt as a profit centre institution. In its development BRI Unit not only serve loans in agriculture sector, but also serve loans in non agriculture sector even its development, serve loans in fixed income employee sector. The loan that is expanded to public, is called Kupedes. To expand Kupedes BRI Unit collects funds from public. BRI Unit is very success on fund mobilization, but it has to be an excess fund. The excess funds is placed as a luquidity claim at brach office. From bank side, this problem in this thesis, is there a significant difference betwean revenue from Kupedes and revenue from liquidity claim? The conclusion of the analyze in this thesis, there is a significant difference betwean revenue from expand the funds in loans and place the funds from public to branch office as liquidity claim. BRI unit has to expand Kupedes more intensivelly, so that the funds that has been collected from public can give optimum profit for BRI Unit.
Kata Kunci : Agribisnis,Perkreditan BRI,Kupedes