Laporkan Masalah

PERSEPSI STAKEHOLDER TERHADAP KEBERADAAN PEMBANGUNAN PERHOTELAN DI KOTA SURAKARTA

DITA ASIATU KHASANAH, Dr. Andri Kurniawan, M.Si.

2016 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Kota Ramah Investasi dan Kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) menjadikan Surakarta sebagai pusat pariwisata dan perekonomian bagi kawasan sekitar. Peningkatan jumlah wisatawan seiring dengan peningkatan jumlah hotel yang juga menimbulkan keragaman persepsi antar stakeholder. Persepsi penting untuk dikaji karena adanya perbedaan kepentingan stakeholder yang mendasari sikap dalam pengambilan keputusan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengidentifikasi karakteristik dan perbedaan tingkat pengetahuan stakeholder tentang keberadaan pembangunan perhotelan di Kota Surakarta. (2) Mengidentifikasi tentang keragaman persepsi dan sikap stakeholder terhadap keberadaan pembangunan perhotelan di Kota Surakarta. (3) Menganalisa faktor-faktor yang berkaitan dengan persepsi stakeholder terhadap keberadaan pembangunan perhotelan di Kota Surakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data kuesioner akan dilakukan pengukuran secara kuantitatif dengan skoring, tabel silang, uji beda one way annova dan uji korelasi pearson product moment, sedangkan hasil wawancara mendalam dibuat secara deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan kuota sampling sejumlah 74 responden. Stakeholder pemerintah sebanyak 28 orang, swasta sebanyak 12 orang dan masyarakat 34 orang. Penelitian ini didominasi oleh responden dengan usia produktif. Tingkat pendidikan, pekerjaan dan pendapatan bervariasi. Stakeholder memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai daya tarik investasi dan perhotelan di Kota Surakarta. Mayoritas keseluruhan stakeholder bersikap netral sehingga memiliki toleransi terhadap keberadaan pembangunan perhotelan di Kota Surakarta. Namun, masing-masing stakeholder tetap memiliki perbedaan dalam persepsi. Sikap mendukung muncul dari stakeholder yang memperoleh keuntungan ekonomi dari pembangunan perhotelan. Meskipun demikian, sikap tidak mendukung juga muncul dari sebagian stakeholder terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan. Faktor-faktor yang berkaitan dengan persepsi stakeholder adalah tingkat pengetahuan. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan stakeholder, maka semakin tinggi persepsinya. Hubungan persepsi dan sikap stakeholder dalam penelitian ini menunjukan hubungan yang sangat kuat. Semakin positif persepsi stakeholder maka semakin mendukung terhadap keberadaan pembangunan perhotelan di Kota Surakarta.

Kota Ramah Investasi dan Kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) menjadikan Surakarta sebagai pusat pariwisata dan perekonomian bagi kawasan sekitar. Peningkatan jumlah wisatawan seiring dengan peningkatan jumlah hotel yang juga menimbulkan keragaman persepsi antar stakeholder. Persepsi penting untuk dikaji karena adanya perbedaan kepentingan stakeholder yang mendasari sikap dalam pengambilan keputusan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengidentifikasi karakteristik dan perbedaan tingkat pengetahuan stakeholder tentang keberadaan pembangunan perhotelan di Kota Surakarta. (2) Mengidentifikasi tentang keragaman persepsi dan sikap stakeholder terhadap keberadaan pembangunan perhotelan di Kota Surakarta. (3) Menganalisa faktor-faktor yang berkaitan dengan persepsi stakeholder terhadap keberadaan pembangunan perhotelan di Kota Surakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data kuesioner akan dilakukan pengukuran secara kuantitatif dengan skoring, tabel silang, uji beda one way annova dan uji korelasi pearson product moment, sedangkan hasil wawancara mendalam dibuat secara deskriptif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan kuota sampling sejumlah 74 responden. Stakeholder pemerintah sebanyak 28 orang, swasta sebanyak 12 orang dan masyarakat 34 orang. Penelitian ini didominasi oleh responden dengan usia produktif. Tingkat pendidikan, pekerjaan dan pendapatan bervariasi. Stakeholder memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai daya tarik investasi dan perhotelan di Kota Surakarta. Mayoritas keseluruhan stakeholder bersikap netral sehingga memiliki toleransi terhadap keberadaan pembangunan perhotelan di Kota Surakarta. Namun, masing-masing stakeholder tetap memiliki perbedaan dalam persepsi. Sikap mendukung muncul dari stakeholder yang memperoleh keuntungan ekonomi dari pembangunan perhotelan. Meskipun demikian, sikap tidak mendukung juga muncul dari sebagian stakeholder terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan. Faktor-faktor yang berkaitan dengan persepsi stakeholder adalah tingkat pengetahuan. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan stakeholder, maka semakin tinggi persepsinya. Hubungan persepsi dan sikap stakeholder dalam penelitian ini menunjukan hubungan yang sangat kuat. Semakin positif persepsi stakeholder maka semakin mendukung terhadap keberadaan pembangunan perhotelan di Kota Surakarta.

Kata Kunci : Persepsi, Stakeholder, Investasi, Perhotelan, Surakarta / perception, stakeholder, invesment, hospitality, and surakarta