Laporkan Masalah

HUBUNGAN KAWASAN AGROPOLITAN TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI PETANI DI DESA PAKEMBINANGUN, KECAMATAN PAKEM, KABUPATEN SLEMAN

AMBAR KUSUMA WATI, Dr. Sri Rahayu Budiani, M.Si

2017 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Kawasan agropolitan di Kabupaten Sleman ditetapkan di empat kecamatan yaitu Kecamatan Pakem, Kecamatan Cangkringan, Kecamatan Turi, dan Kecamatan Tempel. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pakem tepatnya di Ibukota Kecamatan Pakem yaitu Desa Pakembinangun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) komoditas unggulan agropolitan (2) hubungan kawasan agropolitan terhadap kondisi sosial dan ekonomi petani (3) penilaian petani terhadap peran pemerintah dalam mendukung keberlangsungan kawasan agropolitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Populasi dalam penelitian ini yaitu Kepala Keluarga (KK) petani. Pemilihan sample menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dari uji korelasi Kendall's tau_b, crosstab dan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) komoditas unggulan dari kawasan agropolitan di Desa Pakembinangun adalah padi (2) terdapat hubungan yang signifikan antara kawasan agropolitan terhadap kondisi sosial dan ekonomi (3) petani menilai peran pemerintah dalam memberikan bantuan sudah cukup.

Agropolitan Area of Sleman Regency are set in four district namely is Pakem District, Cangkringan District, Turi District and Tempel District. Research was in Pakembinangun of Pakem District. The purpose of the research is knowing (1) leading comodities of agropolitan area (2) the correlation agropolitan area with the farmers social economic conditions (3) the farmers perseption on the role of government role in supporting the sustainability agropolitan area. This research used is survey methods. The population in the research, the head of family (KK). Selection of sample using the method of simple random sampling. The method of analysis in this study is the analysis of descriptive of the Kendall's tau_b correlation, crosstab and likert scale. The results showed that (1) Rice is the leading comodity from agropolitan area in Pakembinangun Sub-District (2) there is a significant correlation between the agropolitan area on the condition of social and economic (3) a farmer assessing the role of government in providing assistance is enough.

Kata Kunci : kawasan agropolitan, komoditas unggulan, petani, kondisi sosial dan ekonomi

  1. S1-2017-330989-abstract.pdf  
  2. S1-2017-330989-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-330989-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-330989-title.pdf