HUBUNGAN KONDISI SOSIAL EKONOMI TERHADAP PEMAKAIAN KONTRASEPSI DAN FERTILITAS MENURUT PEDESAAN DAN PERKOTAAN DI KABUPATEN SLEMAN DAN KABUPATEN BANTUL
HAFIDZ BACHTIAR , Dr. Umi Listyaningsih, M.Si.
2017 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANFertilitas memiliki hubungan positif dengan pertumbuhan penduduk dan pemakaian kontrasepsi merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan pertumbuhan penduduk. Namun, melemahnya program Keluarga Berencana disebabkan oleh hilangnya kontrol BKKBN secara kelembagaan berimplikasi pada fakta bahwa upaya penurunan TFR Indonesia mengalami stagnasi. Tujuan utama penelitian ini adalah: mengetahui karakteristik Pasangan Usia Subur (PUS) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menurut perkotaan dan pedesaan; mengetahui hubungan kondisi sosial ekonomi terhadap pemakaian kontrasepsi di DIY menurut pedesaan dan perkotaan; dan mengetahui hubungan pemakaian kontrasepsi terhadap fertilitas di DIY menurut pedesaan dan perkotaan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan tabel silang dan analisis korelasi. Penelitian ini menggunakan data hasil Survei Identifikasi Pengembangan Pendataan Keluarga DIY tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa pedesaan memiliki lebih banyak persentase PUS dengan umur suami, umur istri, dan umur kawin pertama istri relatif muda dibandingkan dengan perkotaan. Pendidikan suami dan istri di perkotaan lebih baik dari suami di pedesaan. Sementara itu, perkotaan memiliki kondisi lebih baik dari pedesaan berdasarkan persentase pekerjaan pada sektor formal dan indikator tahapan KS. Rata-rata fertilitas menunjukkan kondisi yang positif karena berada di bawah 2. Hasil korelasi menunjukkan adanya hubungan umur suami dan umur istri dengan pemakaian kontrasepsi. Semakin tinggi umur suami dan istri, semakin rendah kecenderungan memakai kontrasepsi untuk mencegah/menunda kehamilan. Variabel sosial dan variabel ekonomi yang tidak memiliki hubungan yang signfikan dengan pemakaian kontrasepsi. Sementara itu, korelasi menunjukkan adanya hubungan pemakaian kontrasepsi dan fertilitas dengan koefisien korelasi sebesar 0,171 yang menunjukkan hubungan yang lemah. Semakin tinggi kecenderungan pemakaian kontrasepsi, maka semakin rendah fertilitas.
Fertility has a positive relation with population growth, and contraceptive use is one of the way to deal with population growth problems. However, family planning program becomes weaker because BKKBN lost its control institutionally. It implies the fact that the efforts to reduce Indonesia's TFR shows a stagnation period. The main objectives of this study are: to know the characteristics of couples (PUS) in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) by rural and urban; to determine the corelation between socio-economic conditions and contraception use in DIY by rural and urban; and also to determine the correlation between contraception use and fertility in DIY by rural and urban. This research is a quantitative research using descriptive along with cross table analysis and correlation analysis. The result shows that rural has more percentages of couples with husband's age, wife's age, and wife's first marriage age relatively younger than urban. The husband's education level and wife's education level in urban is better than rural. Urban also has better economic condition based on the percentage of rural employment in the formal sector and stage of Welfare Family indicators. The average fertility shows a positive condition as less than 2. The result shows a correlation age of husband's age and wife's age with the contraceptives use. The higher the husband's age, the less likely to use contraceptives to prevent / postpone a pregnancy. Social and economic variables do not have a correlations with the the contraceptive use. At last, the result shows a correlation between contraceptive use and fertility with a correlation coefficient of 0.171, indicates a weak correlation. The higher the tendency to use contraception, the lower the fertility.
Kata Kunci : Pasangan Usia Subur, Pemakaian Kontrasepsi, Fertilitas, Pedesaan, Perkotaan