Kapasitas Semu Negara dalam Mengelola Konflik Studi Kasus tentang Kapasitas Negara dalam Resolusi Konflik Tambak Udang di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY
FAUZZIYAH FARHAN, Longgina Novadona Bayo, S.I.P., M.A.
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang bagaimana kapasitas negara dalam melakukan proses resolusi konflik di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul mengenai permasalahan tambak udang ilegal. Konflik tersebut kian memanas setelah masyarakat non tambak masih melihat keberadaan tambak udang di wilayah mereka. Padahal masyarakat non tambak meyakini pemerintah bahwa kegiatan tambak udang akan segera ditertibkan oleh pemerintah. Namun pada kenyataannya, di lapangan masih ada beberapa tambak udang yang masih beroperasi.Maka dari itu, penelitian ini diharapkan dapat melihat upaya apa saja yang telah dilakukan pemerintah, dan sejauh mana upaya yang dilakukan oleh pemerintah berhasil atau tidak dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya kapasitas semu negara dalam melakukan resolusi konflik tambak udang. Pemerintah seolah-olah telah melakukan upaya penyelesaian konflik akan tetapi hal itu tidak sepenuhnya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Upaya Pemerintah tidak menghasilkan dampak yang begitu siginfikan setelah upaya-upaya tersebut dilakukan. Sebab, yang terjadi justru semuanya sudah di setting sedemikian rupa sehingga pemerintah terlihat melakukan sesuatu akan tetapi semua itu tidak mengubah apapun yang ada di lapangan. Jadi, dalam hal ini pemerintah gagal atau lemah dalam melakukan resolusi atau penyelesaian konflik tambak udang ilegal di Desa Parangtritis, Kabupaten Bantul.
The objective of this study is to describe the state capacity in executing illegal shrimp conclict on Kretek, Bantul regency. The conflict is fiercer after the civil of non-embankment knowing that there is still embankment will handle and establish this problem. In fact, there are some embankments that are still operated. Therefore, this study is aimed to describe and to ecalue the efforts that have been done by the government. The result of the study showed that there was indistinct state capacity in resolving shrimp conflict. Ad if the government did the best in overcoming the problem, yet they did not seriously tackle it. As a result, there was little significant impact of itu. It seemed that there was a setting within this case. Thus, the government are fail or weak in resolving the illegal shrimp conflict at Parangtritis, Kretek, Bantul.
Kata Kunci : Kapasitas negara, resolusi konflik, kapasitas semu negara dalam mengelola konflik/state capacity, conflict resolution, indistinct state capacity in executing conflict