KULONUWUN SEBAGAI FONDASI BROKERAGE (Kajian Mengenai Peran Aktor Intermediari dalam Kampanye Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2014 di Kampung Cokrodiningratan, Yogyakarta)
PERMADI TUNGGUL SURYA WIJAYA, R.B. Abdul Gaffar Karim, S.I.P., M.A.
2016 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Tulisan ini akan membahas mengenai proses brokerage yang merupakan perwujudan restu sosial yang terjadi di Kota Yogyakarta. Tulisan ini mengambil latar belakang pada proses kampanye pemilihan umum legislatif tahun 2014, yakni sekitar bulan Januari hingga 9 April 2014. Pada kasus ini, adanya brokerage merupakan salah satu bentuk nyata hubungan yang terjadi diantara orang-orang yang memiliki ikatan yang didasarkan atas kesamaan visi, ideologi dan juga pertemanan yang telah berlangsung. Aktor-aktor yang terlibat dalam proses brokerage ini diantaranya ada dua orang calon legislatif dari satu partai namun berbeda tingkatan yakni Narko dan Antok dengan seorang yang menjadi perantara atau broker dari kedua calon legislatif tersebut yang bernama Jianto. Pemaparan akan membahas lebih dalam mengenai mengapa ada brokerage di wilayah tersebut, peran broker dan bagaimana kulonuwun mendasari terjadinya brokerage tersebut.
This paper will discuss the process of brokerage which embodies a social blessing that occurred in the city of Yogyakarta. This paper took the background on the legislative process of the election campaign in 2014, which is around January to 9 April 2014 In this case, the brokerage is one of the real relationships that occur among people who have a bond based on a common vision, ideology and also the friendship which had lasted. Actors involved in the process of this brokerage of which there are two candidates from one party, but different levels namely Narko and Antok with a mediating or brokerage of both the legislative candidates named Jianto. Exposure will discuss more about why no brokerage in the region, the role of brokers and how kulonuwun the underlying brokerage.
Kata Kunci : kultur sosial; brokerage; pemilihan umum legislatif; 2014; Yogyakarta