HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI ORANGTUA DAN KEPATUHAN DALAM PERAWATAN ANAK DENGAN TUBERKULOSIS DI YOGYAKARTA
SEFTI RUKMANA , Lely Lusmilasari,S.Kp.,M.Kes.,Ph.D
2017 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang : Tuberkulosis anak di Yogyakarta masih cukup tinggi, dilihat dari proporsi tuberkulosis BTA positif anak diantara seluruh kasus tuberkulosis anak di Indonesia, Yogyakarta masih belum memenuhi target. Kepatuhan dalam perawatan anak tuberkulosis merupakan hal yang sangat penting dalam pengobatan tuberkulosis. Motivasi dalam kepatuhan pengobatan tuberkulosis dipengaruhi oleh efikasi diri seseorang. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri orangtua dan kepatuhan dalam perawatan anak dengan tuberkulosis. Metode : Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 31 orangtua dengan anak tuberkulosis yang masih menjalani pengobatan di RSUP DR. Sardjito, RSKP Respira Yogyakarta, serta puskesmas-puskesmas di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik pengambilan consecutive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Cooper Parental Self-Efficacy Scale-Child Health Behavior (CPSS-CHB) dan kuesioner kepatuhan yang dikembangkan oleh peneliti. Analisis data yang digunakan yaitu uji korelasi Spearman-Rank. Hasil : Sebanyak 16 responden (51.6%) memiliki tingkat kepatuhan tinggi dan 17 responden (54.8%) memiliki tingkat efikasi diri rendah. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara efikasi diri orangtua dan kepatuhan dalam perawatan anak tuberkulosis dengan nilai statistik didapatkan sebesar p=0,213 dan koefisien korelasi r=0,230 yang menunjukkan bahwa kekuatan korelasi kedua variabel lemah. Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri orangtua dan kepatuhan dalam perawatan anak tuberkulosis di Yogyakarta.
ackground: The occurrence of pediatric tuberculosis in Yogyakarta is still quite high. Of the proportion of BTA tuberculosis + pediatric tuberculosis cases among children in Indonesia, Yogyakarta has not met its target. Adherence to treatment of children with tuberculosis is highly important. Motivation in tuberculosis treatment adherence is affected by self-efficacy. Objective: To determine the relationship between parental self-efficacy and adherence to treatment of children with tuberculosis. Methods: This was a quantitative with cross sectional design research. The sample was 31 parents with children suffered from tuberculosis undergoing treatment in the hospitals of DR. Sardjito, RSKP Respira Yogyakarta, and some health centers in the city of Yogyakarta and Sleman. Sampling was carried out by using consecutive sampling technique. Two instruments were deployed including Cooper Parental Self-Efficacy Scale-Child Health Behavior (CPSS-CHB) and adherence questionnaire developed by the author. The data were analyzed by using Spearman-Rank. Results: 16 respondents (51.6%) indicated high level of adherence and 17 respondents (54.8%) performed low level of self-efficacy. The analysis revealed no significant relationship between parental self-efficacy and adherence to treatment of children with tuberculosis by statistical value of p = 0.213 and correlation coefficient r = 0.230, evidence that the strength of the correlation between the two variables has weak. Conclusion: There is no significant relationship between parental self-efficacy and adherence to treatment of children with care tuberculosis in Yogyakarta.
Kata Kunci : Kepatuhan, Tuberkulosis anak, Efikasi diri orangtua/Adherence, pediatric tuberculosis children, parental self-efficacy