Laporkan Masalah

PERSEPSI DAN INTERAKSI MASYARAKAT DESA HUTAN TERHADAP TANAMAN JATI PLUS PERHUTANI DI RPH BEGAL BKPH BEGAL KPH NGAWI

JOKO BUDI SANTOSO , Bowo Dwi Siswoko, S.Hut.,M.A.

2017 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Salah satu tanaman jati yang dianggap unggul adalah Jati Plus Perhutani (JPP) yang merupakan produk jati unggul Perum Perhutani yang diperoleh dari serangkaian program pemulian pohon. Saat ini JPP telah ditanam dalam skala luas di Perum Perhutani. Di sisi lain terdapat masyarakat desa hutan yang hidup berdampingan dan memiliki hubungan dengan sumberdaya hutan termasuk pula petak tanam JPP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan interaksi masyarakat desa hutan terhadap petak tanaman JPP. Penelitian ini dilakukan di dua desa hutan yaitu Begal dan Dawung yang merupakan desa di sekitar tiga petak tanaman JPP asal stek pucuk di RPH Begal BKPH Begal KPH Ngawi. Tiga petak tersebut adalah 25G, 26D, dan 28C RPH Begal. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel secara random. Analisa data dilakukan dengan cara bertahap yakni reduksi data, display data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Begal dan Dawung memepersepsikan tanaman JPP asal stek pucuk sebagai tanaman yang cepat pertumbuhannya. Selain itu, masyarakat desa hutan juga mempersepsikan tanaman JPP asal stek pucuk memiliki kayu dengan kualitas rendah baik kekerasan maupun keawetannya. Persepsi ini mempengaruhi interaksi yang dilakukan masyarakat desa hutan. Masyarakat desa hutan hanya melakukan interaksi berupa penggarapan lahan, pengambilan rumput dan cabang. Masyarakat tidak melakukan pencurian kayu pada petak tanam JPP asal stek pucuk.

One of superior variety of teak is Perhutanis Teak Plus (JPP). JPP is the prime product of Perum Perhutani gained from series of tree breeding program. Nowadays, JPP has been planted in wider scale at Perum Perhutani. In the other hand, there are community forest village that live and have relation with forest resources including the planting compartment of JPP. This research aimed to find the perception and interaction of forest village community toward JPP plants. This research was conducted in two villages surrounding three planting compartments of JPP from shoot cuttings of RPH Begal BPKH Begal KPH Ngawi. The three compartments are 25G, 26D and 28C of RPH Begal. Method used was survey with random sampling. The data analysis is done step by step is data reduction, data display, and conclusion/verification. Result indicates that community forest village perceived JPP that is originated from shoot cuttings as fast growing tree. Furthermore, the community forest village also perceived JPP trees have low quality in durability and strength. This perception affects interaction that was done by community forest village. Community forest villages interaction toward JPP planting compartments were only for land cultivation, weeding and branch-picking. However, community forest village did not carry out illegal logging in planting compartments of JPP from shoot cutting.

Kata Kunci : persepsi, interaksi, masyarakat, desa hutan, Jati Plus Perhutani (JPP);perception, interaction, community, forest village, Perhutani�s Teak Plus (