PENGELOLAAN KAWASAN HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN BELAKANG PADANG KOTA BATAM DALAM PERSPEKTIF ETIKA LINGKUNGAN DEEP ECOLOGY ARNE NAESS
ISKANDAR, Dr. Sri Soeprapto, M.S.
2017 | Skripsi | S1 ILMU FILSAFATSkripsi ini berjudul Pengelolaan Kawasan Hutan Mangrove di Kecamatan Belakang Padang Kota Batam dalam Perspektif Etika Lingkungan Deep Eecology Arne Naess.Permasalahan yang penulis angkat adalah mengenai pengelolaan hutan mangrove di Kecamatan Belakang Padang dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekitar terutama hutan mangrove. Analisis etis akan merubah cara pandang masyarakat terhadap alam. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan kawasan hutan mangrove di Kecamatan Belakang Padang dengan menggunakan konsep deep ecology Arne Naess. Objek material penelitian ini adalah pengelolaan kawasan hutan mangrove di Kecamatan Belakang Padang dan objek formalnya adalah deep ecology ArneNaess sebagai etika lingkungan.Bahan penelitian ini berasal dari buku, makalah penelitian, jurnal ilmiah, artikel, skripsi, dan sumber wibesite tentang etika lingkungan, deep ecology, hutan mangrove, Kecamatan Belakang Padang.Penelitian ini menggunakan studi pustaka dan ditunjang dengan wawancara dan observasi.Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data, pengolahan data, dan penyususnan penelitian.Metode analisis data yang digunakan adalah hermeneutika filosofis. Unsur-unsur metodisnya yaitu: verstehen, interpretasi, hermeneutika, deskripsi, induksi, holistika, dan heuristik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Deep ecology merupakan gerakan nyata yang menjadi pedoman bagi manusia dalam memperlakukan alam dan lingkungan hidup.Kerusakan hutan mangrove disebabkan oleh masyarakat sekitar yang memanfaatkan hutan mangrove secara berlebihan, seperti penebangan pohon mangrove untuk diambil kayunya, kawasan hutan mangrove ditebang untuk dijadikan lahan tempat tinggal, dan lemahnya aturan serta kurang pengawasan.Persoalan pengelolaan kawasan hutan mangrove perlu didasarkan pada etika lingkungan deep ecology.Deep ecology mengubah pandangan masyarakat yang antroposentris menjadi ekosentris, mengubah gaya hidup yang konsumtif, menekan laju populasi masyarakat, dan membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.
This graduting paper entitled Pengelolaan Kawasan Hutan Mangrove di Kecamatan Belakang Padang Kota Batam dalam Persepektif Etika Lingkungan Deep Ecology Arne Naess. This research is focused on two subjects, the mangrove management and the society's awareness of mangrove in Belakang Padang. Ethical analysis will change point of view of society on nature. The purpose of this research is to analyzing the management mangrove's areas in Belakang Padang by using Arne Naess, deep ecology approach. Material object of this research is the management mangrove's areas in Belakang Padang and the formal object is deep ecology by Arne Naess as environment ethics. The data of this research is based on book, scientific journal, graduating paper, and another sources from environmentethics website. Literature views is also used in this research and supported by interview and observation. This research started with collecting data, processing data, and organizing data. The method that used on this research is philosophies hermeneutic with methodical elements: verstehen, interpretation, hermeneutics, description, induction, holistica, and heuristic. The result of this research shows that Deep Ecology is an obvious movement that become a guidance for people on treating nature. The damage on nature caused by people who consuming mangrove excessively like mangroves logging only for the woods, for living area and also there is no binding rules for people who damaged mangroves. Cases on management mangrove need to be based on deep ecology environment ethics. Deep ecology changes point of view of anthropocentric society to be echo centric society, changes consumptive lifestyle, suppresses society population, and build public awareness of the environment.
Kata Kunci : pengelolaan kawasan hutan mangrove, deep ecology, kesadaran masyarakat