Kebijakan Expanding Maternal And Neonatal Survival (EMAS) : Studi Implementasi Kebijakan Pada Bidang Kesehatan di Kabupaten Cilacap
DIA AYUNINGTYAS SUKOCO, Dr. Amalinda Savirani, S.IP., M.A.
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah salah satu parameter untuk mengukur tingkat kesehatan masyarakat di suatu daerah. Secara nasional, besaran AKI dan AKB menurut target pencapaian MDGs (Millenium Development Goals) adalah 102 per 100.000 kelahiran hidup dan 23 per 1000 kelahiran hidup. AKI dan AKB di Kabupaten Cilacap, yang menjadi kajian dalam skripsi ini, masing-masing adalah 114 per 100.000 kelahiran hidup ditahun 2013 dan 10 per 1.000 kelahiran hidup ditahun yang sama. Angka ini menunjukkan bahwa capaian derajat kesehatan di Kabupaten Cilacap masih rendah dari besaran standar AKI dan AKB secara nasional. Penelitian ini adalah tentang kajian implementasi kebijakan Expanding Maternal And Neonatal Survival (EMAS) di Kabupaten Cilacap. Kebijakan ini merupakan bagian dari program di enam provinsi intervensi, termasuk di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dan menganalisis proses implementasi program EMAS di Kabupaten Cilacap dalam mengatasi permasalahan di bidang kesehatan. Upaya tersebut dilakukan melalui tiga intervensi, yakni meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki sistem rujukan, dan meningkatkan akuntabilitas dalam pengimplementasian program EMAS di Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi langsung dan studi literatur. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dengan menggunakan konsep implementasi kebijakan Content dan Context menurut Merilee S. Grindle (1980). Content dan context merupakan variabel yang digunakan untuk menilai apakah program kebijakan EMAS dilaksanakan sesuai dengan desain yang sudah ditentukan sebelumnya dalam menekan AKI dan AKB di Kabupaten Cilacap. Hasil dari analisis penelitian ini menunjukkan bahwa aktor-aktor, baik yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung, memiliki peran dominan dalam proses implementasi program EMAS di Kabupaten Cilacap. Tak hanya itu, aspek lingkungan fisik menjadi pertimbangan besar dalam proses implementasi program tersebut. Keberhasilan program tersebut dilihat dari dilaksanakannya Maklumat Pelayanan dan Surat Edaran Bupati Cilacap dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Penggunaan “Sijariemas†(Sistem Informasi Jejaring Rujukan Expanding Maternal and Neonatal Survival) dalam upaya memperbaiki sistem rujukan serta dibentuknya Formakia untuk meningkatkan akuntabilitas. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat maka saran yang dapat diberikan adalah pertama, lebih meningkatkan kerjasama atau keterlibatan pihak swasta dalam implementasi kebijakan EMAS. Kedua, Dinas Kesehatan harusnya lebih meng-update informasi tentang keadaan kesehatan ibu dan bayi agar masyarakat secara umum dapat mengetahui. Ketiga, perlu dilakukan kerjasama antar daerah khususnya di wilayah perbatasan.
Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) is one of the parameters to measure the level of public health in the region. Nationally, the amount of MMR and IMR in accordance with the target to achieve the MDGs (Millennium Development Goals) is 102 per 100,000 live births and 23 per 1,000 live births. MMR and IMR in Cilacap, which is to be studied in this thesis, each of which is 114 per 100,000 live births in 2013 and 10 per 1,000 live births in the same year. This figure shows that the achievement level of health in Cilacap district is still lower than the standard amount of MMR and IMR nationally. This study is about the study of policy implementation Expanding Maternal And Neonatal Survival (EMAS) in Cilacap. This policy is part of the intervention program in six provinces, including in Cilacap district, Central Java province. The purpose of this study was to look at and analyze the process of implementation of EMAS program in Cilacap district in overcoming the problems in the health sector. Efforts are made through three interventions, namely improve the quality of service, improve the referral system, and improve accountability in the implementation of the EMAS program in Cilacap. The method used in this study is a qualitative research method with case study approach. Data was collected through interview techniques, direct observation and study of literature. The data obtained were analyzed using the concept of policy implementation Content and Context by Merilee S. Grindle (1980). Content and context are variables that are used to assess whether the program EMAS policy implemented in accordance with a predetermined design in reducing MMR and IMR in Cilacap. The results of analysis of this study showed that the actors either involved directly or indirectly, have a dominant role in the process of implementation of EMAS program in Cilacap. Not only that, the physical environmental aspects into great consideration in the process of implementing the program. The success of the program is seen from the implementation of the Edict of Service and Circular Cilacap regent in efforts to improve the quality of service. The use of "Sijariemas" (Sistem Informasi Jejaring Rujukan Expanding Maternal and Neonatal Survival) in an effort to improve the referral system and the establishment Formakia to improve accountability. Based on the results obtained, the advice that can be given is the first, increasing cooperation or private involvement in the implementation of the EMAS policy. Second, the Department of Health should be more updated information about the state of health of mothers and babies so that the general public can know. Thirdly, there should be inter-regional cooperation in particular in border areas.
Kata Kunci : Kebijakan, Kesehatan, Implementasi, EMAS