SERAT SRI SADHANA KARYA MPU KALANGWAN TAHUN 853 S (879 C) : ANALISIS STRUKTURAL DAN PRAGMATIK
GITA AYU KUSUMA, Drs. Anung Tedjowirawan, M.A.
2017 | Skripsi | S1 SASTRA NUSANTARASerat Sri Sadhana merupakan salah satu karya sastra Jawa Baru berbentuk prosa yang ditulis oleh Mpu Kalangwan pada tahun Suryasangkala 853, tahun Candrasangkala 879. Serat Sri Sadhanaada dalam Serat Pustakaraja yang ditulis ulang dan disempurnakan oleh R. Ng. Ranggawarsita. Dalam Serat Pustakaraja, kedudukan Serat Sri Sadhanaada dalam pengelompokan Serat Pustakaraja Purwa pada bagian Serat Maharata. Secara keseluruhan, Serat Sri Sadhana disusun menggunakan Bahasa Jawa, baik ngoko maupun krama. Selain itu, terdapat juga mantra. Serat Sri Sadhana mengisahkan perjalanan Dewi Sri yang pergi dari Purwacarita untuk mencari adiknya, yaitu Raden Sadhana yang diusir oleh ayahandanya (Prabu Sri Mahapunggung) karena tidak mau dijodohkan dengan Dewi Panitra. Dalam perjalanan mencari adiknya, Dewi Sri singgah ke desa-desa dan menemui berbagai peristiwa; padi yang di lumbung Buyut Warahas terserang hama bubuk, putri Kyai Wrigu yang bernama Raketan akan dicelakai oleh para dewa, dan lain-lain. Peristiwa-peristiwa tersebut menggugah hati Dewi Sri untuk memberikan petuah dan petunjuk demi kesejahteraan serta keselamatan rakyatnya. Petuah dan petunjuk yang diberikan Dewi Sri kepada rakyatnya, disampaikan dalam bentuk perumpamaan-perumpamaan. Sebuah serat agar dapat dipahami secara keseluruhan, maka perlu dianalisis. Di dalam penelitian ini, Serat Sri Sadhanadianalisis menggunakan teori struktural dan pragmatik. Teori struktural digunakan untuk memahami unsur-unsur pembangun cerita, seperti: tokoh, alur, latar, tema, judul, dan sudut pandang. Selain teori struktural, pembahasan teori pragmatik juga diperlukan pembahasannya dalam rangka memudahkan pembaca memahami petuah dan petunjuk dalam serat; pembaca adalah penentu kualitas karya sastra. Pelaksanaan penelitian diawali dengan proses pemilihan Serat Sri Sadhana sebagai objek yang akan dikaji. Langkah selanjutnya adalah menentukan jenis teori yang akan digunakan sebagai media analisis, dilanjutkan mencari buku-buku referensi untuk memperkuat penelitian tersebut. Proses penelitian dilanjutkan dengan perumusan masalah. Data dan teori yang sudah dikumpulkan menjadi media yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah. Terakhir, ditarik kesimpulan berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan.
Serat Sri Sadhana is one of the literary work of Jawa Baru (New Java) as a prose written by Mpu Kalangwan in the year of Suryasangkala 853, in Candrasangkala 879. Serat Sri Sadhana is included in Serat Pustakaraja which was rewritten and completed by R. Ng. Rangaawarsita. In Serat Pustakaraja, Serat Sri Sadhana is categorized as Serat Pustaraja Purwa is an part of Serat Maharata. Overall, Serat Sri Sadhana was arranged by using Javanese, both ngoko and krama. Besides that, there was also spell in it. Serat Sri Sadhana tells about the journey of Dewi Sri who left Purwacarita to look for her brother, Raden Sadhana, who was expelled by his father (Prabu Sri Mahapunggung) because he did not want to be a match with Dewi Panitra. In her journey, Dewi Sri stayed in some villages and met many events such as; the rice in Buyut Warahas rice barn that was attacked by bubuk pest, then Kyai Wrigu has daughter named Raketan would be harmed by the Gods, and many more. Those events triggered Dewi Sri heart to give advices and guidances for the prosperity of her people, which was given as a form of imageries. To understand clearly about serat, it has to be analyzed. In this research, Serat Sri Sadhana was analyzed using structural and pragmatic theories. Structural theory was applied to give understanding about story developing element such as: characters, plot, background, theme, title, and point of view. Beside that, pragmatic theory was needed to make readers understand more about the meaning of advices ang guidances in serat; since reader decide the quality of literary work. The research began with choosing Serat Sri Sadhana as the object discussed. Next, deciding with theory would be used as the media of analyzing, then looking for the references to strengthen the arguments. Following that, making formulate of the problem and collecting the data and theories. Lastly, writing the conclusion based on the study that has been done.
Kata Kunci : Serat Sri Sadhana, Serat Pustakaraja, Analisis Struktural, Analisis Pragmatik, Structural Analysis, Pragmatic Analysis