Corruption as the Threat to European Union's Core Values: Case Study of Greece and European Commission
AXEL AQUILA B., Dr. Siti Mutiah Setiawati
2016 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALUni Eropa yang dikenal akan perannya dalam mempromosikan nilai-nilai dasar dari good governance dan rule of law, baik secara domestik maupun internasional, menghadapi kasus korupsi akut yang dapat menggoyahkan kepercayaan publik dan integritas Uni Eropa. Peningkatan kasus korupsi di Uni Eropa dapat dirasakan di beberapa Negara-negara anggotanya, khususnya Yunani yang telah gagal mengatur korupsi politik di negaranya, yang dilakukan oleh dua partai politik besar Yunani, yaitu New Democracy dan Panhellenic Socialist Movement (PASOK). Korupsi politik di Yunani ditunjukkan oleh lemahnya kontrol terhadap sistem pendanaan partai politik dan juga penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat publik partai tersebut. Selebihnya, korupsi juga merambah Komisi Eropa, yang merupakan salah satu badan terpenting dari Uni Eropa, dimana dibawah kepemimpinan Jacques Santer, beberapa anggota komisi dikenai tuduhan atas tindakan korupsi, penipuan dan juga pengelolaan yang buruk, yang berdampak pada pengunduran diri beberapa anggota komisi yang mengguncang stabilitas insitusi ini. Untuk membantu memahami riset ini dengan lebih jelas, penulis menggunakan pendekatan yang dicetuskan oleh James Scott, yang melihat korupsi politik berdasarkan legalitas, kepentingan dan opini publik, yang menyerupai pandangan Joseph Nye akan korupsi politik. Penelitian ini pun bertujuan untuk melihat peningkatan tren korupsi di Uni Eropa, dengan studi kasus Yunani dan Komisi Eropa, dan melihat sejauh apa dampak dari korupsi politik di tingkat Negara anggota maupun di tingkat nasional. Korupsi politik ini dinilai telah melemahkan prinsip keterbukaan, transparansi dan akuntabilitas, yang merupakan nilai-nilai dasar dari demokrasi yang Uni Eropa unggulkan. Korupsi juga telah merusak keadilan sosial yang mengancam stabilitas ekonomi dan politik, dan juga kredibilitas Uni Eropa sebagai pelopor dari nilai-nilai good governance dan rule of law ini. Kata Kunci: Uni Eropa, korupsi politik, good governance, rule of law
European Union (EU), which known for its role in promoting their core values of good governance and rule of law, internally and globally, has recently faced severe corruption cases, which may shaken public trust and its integrity. This increasing number of corruption felt in several EU member states, especially Greece, in which they failed to manage its political corruption, performed by two of its major political parties, New Democracy and Panhellenic Socialist Movement (PASOK). Political corruption in Greece is shown by its lack of control towards political parties financing system as well as the abuse of political power by its public officials. Moreover, corruption also occurred in European Commission, which is EU main institution. Under the era of Jacques Santer, several Commissioners were accused of any corruption, fraud and mismanagement allegation, which resulted in the resignation that shook the stability of this institution. To better understand this issue, this research uses James Scott�s approach on political corruption based on legality, public interest and public opinion, which resembles Joseph Nye�s point of view in political corruption. This research aims to see the increasing trends of corruption in EU, with the case study of Greece and European Commission, and to see the extent of political corruption in the member states and national level. This corrupt act has weakened the principles of openness, transparency and accountability, which are the core values of democracy, EU has been championing by far. It also damaged social justice that threatens economic and political stability, as well as the credibility of EU as the pioneer of good governance and rule of law. Keywords: European Union, political corruption, good governance, rule of law
Kata Kunci : European Union, political corruption, good governance, rule of law