Laporkan Masalah

PERAMALAN SPASIAL BEBAN LISTRIK TERKAIT ASPEK GEOGRAFIS MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK SIMPLE E. EXPANDED DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

SUKMA WICAKSANA ABDI, Prof. Dr. Ir. Sasongko P. H., DEA; Yusuf Susilo Wijoyo, S.T., M. Eng

2016 | Skripsi | S1 TEKNIK ELEKTRO

Pertumbuhan kebutuhan listrik yang terjadi pada suatu wilayah umumnya memiliki karakteristik yang beragam. Untuk dapat memenuhi kebutuhan yang beragam di setiap wilayah, dibutuhkan panduan yang dapat dijadikan acuan dalam operasional sistem distribusi listrik. Secara umum pertumbuhan kebutuhan listrik mengacu pada proyeksi rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL). Namun proyeksi yang digambarkan melalui RUPTL tidak dapat diterapkan secara langsung karena resolusi area yang dijelaskan melingkupi wilayah nasional dan provinsi. Sehingga untuk dapat di implementasikan sesuai dengan kebutuhan penjadwalan peralatan gardu induk diperlukan proyeksi pertumbuhan listrik secara spasial dengan wilayah yang lebih spesifik. Analisis pertumbuhan beban spasial pada wilayah cakupan gardu induk dilakukan untuk mengetahui model yang sesuai pada tiap gardu induk. Proses penelitian pada peramalan kebutuhan spasial ini dibagi menjadi empat poin pembahasan utama yaitu penyusunan model peramalan, penjabaran fungsi peramalan, implementasi fungsi, dan analisis hasil peramalan. Peramalan beban spasial yang disusun didasarkan pada sistem informasi geografis yang telah dibentuk dan digunakan untuk membantu dalam proses analisis dan pembahasan. Analisis pertumbuhan spasial yang dilakukan di cakupan gardu induk dapat memperlihatkan beragam pertumbuhan yang dialami tiap gardu induk. Berdasarkan hasil dari penelitian ini juga terlihat perbandingan beban di masa depan dengan informasi kapasitas terakhir dari setiap gardu induk. Sehingga penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dalam perencanaan sistem distribusi listrik.

Development of electrical-load demand are mostly diverse. To meet the needs of each region, electrical distribution system require a reference for its operation. Generally, the projection of electrical demand growth were written in Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). However, the projection cannot be applied directly because its area resolution coverage did not match for operational distribution. Spatial load forecasting in spesific area was conducted to implement the scheduling and planning of substation equipment. Then, the spatial analysis were used to determine the fittest model on each distribution system substation. Spatial load forecasting method are divided into four main discussions which are formulation of forecasting model, analysis of forecasting equation, equation implementation, and analysis of forecasting result. Spatial load forecasting was conducted based on Geographical Information System which had been formed and used to assist in the process of analysis and discussion. Spatial growth analysis in substation coverage area represent the diverse of the growth of each substation. Based on the result of this study, the load comparison between the future load demand and the capacity of each subtation are known. Therefore, this study is expected to be one of many references that can be used for distribution system scheduling and planning.

Kata Kunci : Load Forecast, Spatial Load Forecast, Simple E. Expanded